TUGAS
PERILAKU SATWA LIAR
“Perilaku Dapat Diarahkan, Dilatih Dan Diharuskan Secara Buatan Untuk
Dapat Menyesuaikan Diri”
Oleh
:
Ressy
Rahmawati
D1D013054
Dosen
Pengampu :
Cory
Wulan,S.hut,M.si
![]() |
JURUSAN
KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
JAMBI
A.
Latar
Belakang Teori Skinner
Seorang aliran Behavioris yaitu IvanP. Pavlov sangat memusatkan perhatiannya
pada masalah reflex, karena itujuga Psikologi Pavlov sering disebut sebagai
psikologi reflex ataupsychoreflxology. Eksperimen Pavlov yaitu dengan
menggunakan anjing sebagaibahan uji coba, melahirkan sebuah teori mengenai
pengkondisian klasik atausering disebut Classical Conditioning. Mekanismenya
yaitu dengan memasangkan Unconditioned Stimulus bersama Conditioned
Stimulusyang pada akhirnya menciptakan Conditioned Response. Hal yang dikemukakan
oleh Pavlov ini sedikit banyak mempunyai pengaruh terhadap ketertarikan Skinner
mengenai pengkondisian tingkah laku.

Gambar
1. B. Frederick Skinner
Para
pengamat perilaku manusia sudah tahu kalau manusia umumnya melakukan hal-hal
yang memiliki kosekuensi menyenangkan dan menghindar dari melakukan hal-hal
yang memiliki konsekuensi tidak menyenangkan. Orang yang pertama kali
mempelajari perilaku secara sistematis adalah Edward L.Thorndike, yang awalnya
bekerja dengan hewan, dan kemudian dilanjutkan dengan manusia. Thorndike dalam
percobaanya tersebut mendapatkan kesimpulan mengenai perilaku yang teorinya
tersebut disebut sebagai law of effect.Seperti, dikatakan oleh Thorndike bahwa
perilaku law of effect memilikidua bagian; pertama menyatakan bahwa
respon-respon terhadap stimuli yanglangsung diikuti rasa puas cenderung "dilekatkan
terhadap diri" ;sementara bagian kedua menyatakan stimuli yang langsung
diikuti rasa kecewa "cenderung dilekatkan dari luar". Jika
penghargaan (rasa puas) memperkuathubungan antara stimulus dan respon, maka
hukuman (rasa kecewa) tidak lantas menghilangkan hubungan ini. Artinya,
menghukum sebuah perilaku sama saja dengan menghambat perilaku tersebut,
Bukannya "melekatkan dari luar".
Kemudian pengaruh ketiga dan yang lebih langsung terhadap Skinner adalah
pekerjaan JhonB. Watson. Watson berpendapat bahwa perilaku manusia, seperti
halnya hewandan mesin, dapat dipelajari dengan objektif. Manusia menyerang
bukan hanyakesadaran dan instrospeksi namun, juga konsep insting, sensasi,
persepsi,motivasi, kondisi-kondisi mental, jiwa dan imajinasi, Watson berpendapat
bahwatujuan psikologi adalah memprediksi dan mengontrol perilaku, dan tujuan
inibisa dicapai hanya dengan membatasi psikologi sebagai studi yang
objektiftentang kebiasaan yang terbentuk melalui Stimulus-Respon
Seperti
halnyaThorndike dan Watson sebelumnya, Burrhus Federic Skinner atau yang
lebihdikenal dengan Skinner menekankan bahwa perilaku manusia mestinya
dipelajari secara ilmiah. Kemudian Skinner menemukan sebuah konsep perilaku
yangdisebutnya dengan Operant Conditioning. Skinner adalah Seorang psikolog kelahiran Susquehanna,
Pennsylvania 20 Maret 1904 dan wafat tahun 1990 dikarenakan penyakit Leukimia.
Skinner berasal dari keluarga sederhana, Ibunya sebagai ibu rumah tangga dan
Ayahnya seorang jaksa. Skinner mendapat gelar Sarjana Psikologi dan gelar
Doktor dari Universitas Harvard. . Pada tahun 1938, Skinner menerbitkan bukunya
yang berjudul The Behavior of Organism dan buku itupun menjadi inspirasi
diadakannya konferensi tahunanyang dimulai tahun 1946 dalam masalah "The
Experimental an Analysis ofBehavior". Hasil konferensi dimuat dalam
jurnal berjudul Journal ofthe Experimental Behaviors yang disponsori oleh
Asosiasi Psikologi diAmerika. Tahun 1945, ia menjadi ketua fakultas psikologi
di Universitas Indiana, tiga tahun kemudian beliau mengajar dan berkarir di
Universitas Harvard hingga wafat. Disamping tertarik dengan psikologi, Skinner
jugatertarik menjadi novelis, bahkan pergi ke Inggris untuk belajar menjadi penulis,
dan sempat bekerja di Greenwich Village, New York. B.F. Skinner mengemukakan
pendapatnya bahwa lingkungan (orang tua,guru, dan teman sebaya) memberikan
reaksi terhadap prilaku kita baik dengan cara menguatkan atau menghapus prilaku
tersebut. Lingkungan mempunyai pengaruh yang jauh lebih besar dalam belajar dan
prilaku kita. Lingkungan memegang peranan kunci untuk memahami prilaku (
Bales,1990).
B.
Konsep
Teori Skinner
Skinner
bekerja dengan tiga asumsi dasar, dimana asumsi pertama dan kedua pada dasarnya
menjadi asumsi psikologi pada umumnya, bahkan menjadi merupakan asumsi semua pendekatan
ilmiah.
- Tingkah laku itu
mengikuti hukum tertentu (behavior ofl awful). Ilmu adalah usaha untuk
menemukan keteraturan, menunjukkan bahwa peristiwa tertentu berhubungan
secara teratur dengan peristiwa lain.
- Tingkahlaku dapat
diramalkan (behavior can be predicted). Ilmu bukan hanya menjelaskan,
tetapi juga meramalkan.Bukan hanya menangani peristiwa masa lalu tetapi
juga peristiwa yang akan datang.Teori yang berdaya guna adalah yang
memungkinkan dapat dilakukannya prediksi mengenai tingkah laku yang akan
datang dan menguji prediksi itu.
- Tingkahlaku dapat dikontrol
(Behavior can be controlled). Ilmu dapat melakukkan antisipasi dan
menentukan/membentuk (sedikit-banyak) tingkah laku seseorang. Skinner
bukan hanya ingin tahu bagaimana terjadinya tingkah laku, tetapi dia
sangat berkeinginan untuk memanipulasinya. Pandangan ini bertentangan
dengan pandangan tradisional yang menganggap manipulasi sebagai serangan
terhadap kebebasan pribadi. Skinner memandang tingkah laku sebagai produk
kondisi anteseden tertentu, sedangkan pandangan tradisional berpendapat
tingkah laku merupakan produk perubahan dalamdiri secara spontan.
Skinner membedakan perilaku atas :
- Perilaku alami (innate
behavior), yang kemudian disebut juga sebagai clasical ataupun respondent
behavior, yaitu perilaku yang diharapkan timbul oleh stimulus yang jelas
ataupun spesifik, perilaku yangbersifat refleksif.
- Perilaku operan (operant
behavior), yaitu perilakuyang ditimbulkan oleh stimulus yang tidak diketahui,
namun semata-mata ditimbulkan oleh organisme itu sendiri setelah
mendapatkan penguatan.
Skinner yakin jika ke banyakan perilaku manusia dipelajari
lewat Operant Conditioning atau pengkondisian operan, yang kuncinya adalah
penguatan segera terhadap respons. OperantConditioning adalah suatu proses
penguatan perilaku yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat berulang
kembali atau menghilang sesuai dengan keinginan.Skinner membuat mesin untuk
percobaanya dalam Operant Conditioning yang dinamakan dengan"Skinner
Box" dan tikus yang merupakan subjek yang sering digunakan dalam
percobaanya.

Gambar 2. Skinner box yang di
ujicobakan
Dalam percobaannya tersebut yang dilakukan oleh Skinner
dalam Laboratorium, seekor tikus yang lapar diletakkan dalam Skinner Box,
kemudian binatang tersebut akan akan menekan sebuah tuas yang akan membukakan
dulang makanan, sehingga diperolehpenguatan dalam bentuk makanan. Di dalam
setiap keadaan, seekor binatang akan memperlihatkan bentuk perilaku tertentu;
tikus tadi misalnya, akanmemperlihatkan perilaku menyelidik pada saat pertama
kali masuk kedalam Box,yaitu dengan mencakar-cakar dinding dan membauinya
sambil melihat-lihat kesekelilingnya. Secara kebetulan, dalam perilaku
menyelidik tersebut tikusmenyentuh tuas makanan dan makanan pun berjatuhan.
Setiap kali tikus melakukanhal ini akan mendapatkan makanan; penekanan tuas
diperkuat dengan penyajian makanan tersebut, sehingga tikus tersebut akan
menghubungkan perilaku tertentudengan penerimaan imbalan berupa makanan tadi.
Jadi, tikus tersebut akanbelajar bahwa setiap kali menekan tuas dia akan
mendapatkan makanan dan tikustersebut akan sering kali mengulangi perilakunya,
sampai ada proses pemadamanatau penghilangan dengan menghilangkan penguatannya.
Dalam
eksperimen Skinner tersebut terdapat istilah Penguatan atau dapat disebut
sebagai reinforcementyaitu, setiap kejadian yang meningkatkan ataupun
mempertahankan kemungkinan adanya respon terhadap kemungkinan respon yang
diinginkan. Biasanya yangberupa penguat adalah sesuatu yang dapat menguatkan
dorongan dasar (basicdriver, seperti makanan yang dapat memuaskan rasa lapar
atau air yang dapat menuatkan rasa haus) namun tidak harus selalu demikian.
Pada
manusia,penguatan sering salah sasaran sehingga pembelajaran menjadi tidak
effisien. Masalah lain dengan pengkondisian manusia adalah penentuan
manakahkonsekuansi-konsekuensi yang menguatkan dan manakah yang melemahkan.
Karena bergantung pada sejarah individu, penguatan dan disiplin terkadang
dapatmenjadi penguatan sedangkan ciuman dan pujian dapat menjadi hukuman.
Dalam
penguatantersebut dibedakan antara pengutan positif dan negatif.
Penguatan positif adalah stimulus
yang apabila diberikan sesudaht erjadinya respon, meningkatkan kemungkinan
respon tersebut.
Respon
1
Respon
3
Menjadi :
Penguatan
negatif adalah stimulus yang dihapuskan sesudah responnyatimbul, meningkatkan
kemungkinan adanya respon; shock elektrik dan bunyi yangmenyakitkan digolongkan
sebagai penguat negatif dan sebagai penguat negatifjika penguat itu dapat
ditiadakan ketika timbul respon yang diinginkan.
Menjadi :
Adapun Jenis-Jenis Penguat Skinner
dikategorikan, sbb;
- Penguat utama (Primary
reinforcers) adalah penguat yang memengaruhi perilaku tanpa
perlu belajar, seperti: makanan, minuman, seks. Ini disebut penguat alami.
- Penguat sekunder (Secondar
reinforcers). Adalah penguat yang membutuhkan tenaga
penguat karena sudah diasosiasikan dengan penguat utama, seperti memuji
seseorang.
Tadi telah diuraikan bahwa bagaimana seekor tikus dalam
Skinner Box yang menekan tuas akan menerima butir-butir makanan setiap kali
tikus tersebut melakukannya.Apabila kita menghentikan pemberian penguatan ini,
perilaku penekanan tuas punsecara bertahap akan menghilang, biasanya hanya
beberapa menit setelah penghentian penguatan. Apa yang membuat Operant
Conditioning ini pentinguntuk menjelaskan belajar adalah pengembangan jadwal
penguatan yang dilakukan oleh Skinner. Jadwal ini merupakan bentuk lain dari
penyajian penguatan yang dihasilkannya perbedaan pada taraf respons (respons
rate), yaitutaraf penekanan tuas oleh tikus tadi, maupun pada taraf penghapusan
(extinctionrate), yaitu terhapusnya perilaku penekanan tuas. Jadwal penguatan
inilah yang membuat Operant Conditioning menjadi bentuk belajar yang sangat Fleksibel.
Setiap respons yang pada suatu saat dapat dibiasakan dan dapat juga diakhiri
sesuai dengan keinginan kita, dan ini tercapai dengan melalui beragam jadwal
pengautan.
Penguatan dapat dialakukkan kepada perilaku entah melalui
jadwal yang berkesinambungan atau sebentar-sebentar. Dalam jadwal-penguatan-berkesinambungan
(continous schedule), organisme diperkuat untuk setiap responnya. Jenis
penjadwalan ini dapat meningkatkan frekuensi respons sekalipun pemakaian
penguat kadang-kadang tidak efisien. Skinner kemudian mengusulkan jadwal-penguatan
sebentar-sebentar (intermittent schedules) yang bukan hanya lebiheffisien
menggunakan penguat, tetapi juga menghasilkan respons yang lebihresisten
terhadap pemadaman. Melaui intermittent schedule Skinner mengidentifikasi dua
macam penguatan yaitu penguatan berjangka (Interval reinforcement ) dan
penguatan berbanding ( ratio reinforcement).
Interval reinforcement adalah
penguatan yang dijadwalkan atau yang muncul pada
intervalwaktu yang telah ditentukan. Contoh: seseorang memutuskan untuk
memberikan permen hanya jika orang tersebut tetap diam selama
lima menit. Setelah itu baru diberikan permen, tidak ada penguatan tambahan
yangdiberikan sampai berlalu lima menit berikutnya.
Ratio reinforcement adalah penguatan yang muncul
setelah sejumlah respon tertentu. Contoh: seseorang akan memberikan permen pada
seorang anak apabila anak tersebut menampilkan perilaku patuh, setelah anak
tersebut patuh kemudian diberikan permen tersebut dan terus seperti itu
sehingga anaktersebut benar-benar patuh.
Penjadwalan tersebut terbagi lagi
menjadi 4 jenis penguatan jadwal, yakni :
- Rasio tetap (Fixed ratio),
dimana penguatan tergantung pada sejumlah respon yang terbatas. Artinya,
mengatur pemberian reinforcement sesudah respon yang dikehendaki muncul
yang kesekian kalinya. Misalnya, Pekerja diberikan bonus apabila
mampu menghasilkan produk sesuai target dengan kualitas produk yang sesuai
dengan standar (mampu mengikuti prosedur)
Tujuan , membentuk perilaku bekerja yang efektif dan dengan tetap memperhatikan kualitas Reinforcement, bonus
- Rasio yang dapatberubah
(variable ratio),dimana sejumlah respon yang dibutuhkan untuk
penguatan yang berbeda-berbeda dari satu penguatan ke penguatan
berikutnya. Misalnya, Pemberian bonus pada pekerja dilakukan secara
acak yaknipada periode tertentu pekerja diberikan bonus apabila mampu
memberikan performa kerja yang ramah dan menghasilkan produk berjumlah
1000 unit, namun pada periode yang lain pekerja diberikan bonus apabila
telah mampu menghasilkan produk 2000 unit, dan pada waktu yang lain
pekerja mendapatkan bonus saat mampu menghasilkan produk 2500 unit.
Tujuan, membentuk perilaku bekerja dengan tidak selalu bergantung kepada bonus karena bonus akan diberikan sewaktu-waktu sehingga pekerja cenderung akan menampilakan performa kerjanya yang paling maksimal.
Reinforcement, bonus
- Interval tetap (fixed
interval), dimana suatu respon menghasilkan penguatan setelah jangka
waktu tertentu (khusus).Misalnya, Ujian tengah semester diberikan
pada pertengahan semester (waktu telah ditentukan). Mahasiswa akan belajar
lebih sungguh-sungguh saat menjelang ujian agar mendapat nilai yang baik Tujuan,
membentuk perilaku belajar Reinforcement, nilai yang
baik (A)
- Interval yang dapat berubah
(variable interval) dimana penguatan tergantung pada waktu dan suatu
respon, tetapiwaktu antara penguatan berbeda-beda. Artinya, reinforcement
diberikkan dalam waktu yang tidak menentu, tetapi jumlah atau rata-rata
penguat yangdiberikkan sama dengan pengaturan tetap.Misalnya, dosen
yang memberikan kuis tiba-tiba dalam perkuliahan sehingga mahasiswa
diharapkan selalu belajar agar apabila diadakan kuis mendadak mereka akan
siap dan dapat meraih nilai yang baik
Tujuan, membentuk perilaku belajar mahasiswa Reinforcement, nilai yang baik (A)
Ratio
Varable Interval
Shaping (pembentukan) Perilaku
dengan Reinforcement Positif
Prinsip dari shapingadalah pembentukan respon. Dalam pengkondisian operan,
individu bebas untukmelakukan respon. Oleh karena itu dalam pengkondisian
operan perilakudapat "dibentuk" (shaping) melalui
penggunaan reinforcementyang tepat. Eksperimenter yang ahli dapat
"membentuk" perilaku denganreinforcer yang seminimal mungkin dan
dalam waktu yang singkat. Jadi halyang utama dalam shaping adalah mengarahkan
individu untuk melakukan respon yang diinginkan melalui rangkaian proses
belajar yang sederhana sampai kepada respon yang ingin dicapai, atau dapat juga
dikatakan bahwa individudapat melakukan aproksimasi respon akhir melalui
rangkaian suksesif. Oleh karena itu teknik shaping disebut juga dengan
metode successiveapproximations.
Penerapan metodeshaping ini dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari,
misalnya dalam halpengasuhan anak. Dalam melatih anaknya agar dapat memakai
pakaiannya sendirisecara keseluruhan dengan lengkap. Orangtua harus
membagi-bagi peilaku kompleksberpakaian menjadi beberapa langkah sedehana.
Pertama, orangtua memberi anaksebuah hadiah, katakanlah permen, jika si anak
sanggup menekuk siku kiri denganbenar ke arah lengan baju kiri. Sekali perilaku
ini sudah cukup mendapatkanpenguatan beberapa kali, orang tua bisa menahan secara
bertahap untuk tidakmemberikan hadiah sampai si anak dapat memasukkan dengan
benar tangan kiri ituke lengan bajunya tanpa mengharapkan hadiah. Kemudian
orang tua dapatmemberikannya hadiah sesekali hanya jika dia memasukkan seluruh
lengan kirinyake lengan baju sebelah kiri dengan cepat dan benar. Dengan cara
yang sama orangtua dapat menuntun anaknya memasukkan lengan kanan kearah lengan
baju sebelahkanan, kemudian mengancing baju, mngenakkan celana, mngenakan kaos
kaki, danakhirnya sepatu. Setelah anak dapat belajar mengenakan baju dengan
lengkap,penguatan ini mesti diberikkan setiap kali dia berhasil melakukkannya.
Padatitik ini, kemampuan mengenakkan pakainnya sendiri secara keseluruhan
sudahmenjadi hadiah tersendiri. Yang jelas bahwa, anak baru dapat mencapai
perilakufinal yang ditargetkan setelah orangtua memecah-mecahkan perilaku
kompleksmenjadi bagian-bagian kecil dan kemudian memperkuat pendekatan bertahap
setiapresponnya.
Extinction (pemadaman)
Meskipun sudah dipelajari, respons masih dapat padam karena empat alasan
berikut :
- Respons bisa dilupakkan dalam beberapa waktu
- Respons dapathilang jika ada campur tangan dari proes
pembelajaran lain sebelum atausesudahnya
- Respon dapat hilang akibat penghukuman
- Kecenderungan respon yang sudah diperoleh
sebelumnyauntuk menjadi progresif dan melemahkan respon sesudahnya yang
sudah tidak lagimendapatkan penguatan
Prinsip dari
extinction dalampengkondisian operan adalah penahanan pemberian reinforcement
ataupenghentian pemberian reinforcement, artinya bila respon yang
diinginkanterjadi, maka respon tersebut tidak diikuti dengan pemberian
reinforcement.Pada percobaan Skinner diatas, penekanan tuas tidak lagidiikuti
dengan munculnya makanan, maka secara bertahap perilaku menekan
tuaspada tikus akan hilang.
Generalisasi Stimulus
Unconditional Response dalampengkondisian klasikal, cenderung untuk muncul bila
dihadapkan pada US (UnconditionedStimulus) yang mirip.
Demikian jugahalnya dengan Pengkondisian Operan. Bila stimulus atau event yang
mengawalisuatu respon itu mirip, maka perilaku (respon) yang sama cenderung
untukmuncul. Contohnya dapat kita lihat dalam penelitian Skinner terhadap
seekorburung merpati dalam kotak. Dalam kotak tersebut ada "kunci"
yangdapat diterangi oleh lampu. Saat lampu dinyalakan (dan
menerangi"kunci") burung mematuk "kunci" tersebut, maka
makanan akanmengalir dari lubang di bawah kunci. Untuk kepentingan penelitian
generalisasi stimulus, lampu yang menerangi "kunci" diubah-ubah
intensitasnya.Besar kecilnya peningkatan tergantung dari kedekatan atau
kemiripan stimulusatau situasi yang menimbulkan respon.
Stimulus Diskriminasi
Diskriminasistimulus bertujuan agar subjek dapat melakukan perbedaan terhadap
stimulus atausituasi yang dihadirkan agar subjek hanya melakukan respon
terhadap stimulusatau situasi yang sesuai. Dalam pengkondisian operan,
diskriminasi stimulusdilakukan dengan
pemberian reinforcement terhadap respon yangdiinginkan dalam suatu
situasi atau stimulus yang sesuai dan
tidakmemberikan reinforcement bila respon tersebut muncul
dalamsituasi yang tidak sesuai. Contohnya pada percobaan burung merpati
tadi.Makanan sebagai reinforcer hanya diberikan bila yang
menyalalampu hijau. Sedangkan bila yang menyala lampu
merah, reinforcer tidakdiberikan. Pemasangan lampu merah dan hijau
ini dilakukan secaraberturut-turut, hijau-merah-hijau-merah, dst, atau
makanan-tidakada-makanan-tidak ada, dst. Oleh karena itu teknik ini disebut
dengan prosesdikriminasi "go-no-go".
Reinforcement Negative dan Escape
Learning
Escapelearning adalah prosesbelajar yang didasarkan pada pengkondisian
operan dengan teknik pemberianreinforcer negatif. Contohnya dapat kita lihat
melalui penelitian terhadapseekor tikus di dalam kotak percobaan yang terdiri
dari sebuah kandang yangmemiliki dua tingkat tempat tikus berdiri. Bila tikus
turun dari tingkat keduake tingkat pertama, maka tikus akan mengalami kejutan
listrik. Oleh sebab itutikus berusaha untuk naik kembali ke tingkat dua. Perilaku
seperti itulah yangdisebut dengan proses belajar escape (melarikan diri)
yangdidasarkan pada pemberian reinforcer negatif padapengkondisian
operan.
Avoidance Learning
Avoidance
learning adalah proses belajar untuk menghindari reinforcement negatif.
Caranya dengan menghadirkan suatu stimulus sebelum
pemberian reinforcer negatif.Pada contoh percobaan di atas, tikus
diberi sebuah bel atau buzzer sebelum diberi kejutan listrik. Setelah terjadi
proses belajar, dengan mendengar buzzer saja tikussudah berusaha naik
ke tingkat dua agar tidak terkena kejutan listrik. Olehkarena itu proses
belajar yang demikian disebut dengan avoidancelearning (proses belajar
untuk menghindarkan diri dari reinforcer negatif)
Punishment
Punisher
adalah stimulus atau kejadian dimana jika diberikan padasuatu respon akan
menurunkan kemungkinan respon tersebut akan muncul kembali.
Punishment adalah penggunaan
punisher untuk menekan atau menghentikan suatu trespon agar tidak muncul
kembali.
Positive
Punishment (juga disebut"Hukuman dengan rangsangan tidak terduga")
muncul ketika suatuprilaku (respon) diikuti oleh suatu rangsangan tidak
menyenangkan, sepertimemperkenalkan setruman atau suara keras, menghasilkan
prilaku yang tidakdiinginkan berkurang atau seseorang dipukul karena salah.
NegativePunishement (juga disebut "Hukuman dengan pengambilan
tidakterduga" muncul ketika suatu perilaku (respon) diikuti dengan
membuang rangsangan yang menyenangkan, seperti mengambil mainan anak-anak
bersama perilaku yang tidak diinginkan, menghasilkan perilaku yang tidak
diinginkanberkurang, pemotongan uang jajan.
EFEKTIVITAS PUNISHMENT
- Intensity, Semakin
tinggi intensitas, semakin efektif. Hal ini disebabkan karena hukuman yang
ringan umumnya hanya mengubah perilaku yangsifatnya sementara saja.
Misalnya menghukum kesalahan yang ringan dengankonsekuensi yang ringan
jika besar konsekuensinya besar.
- Frequency, semakin
seringdihukum maka semakin efektif. Misalnyasetiap kali anak melakukan
kesalahan dia akan selalu diberikan hukuman.
- Immediacy, semakin cepat
semakinefektif. Misalnya seorang anak melakukan kesalahan, pada saat itu
juga langsung diberikan hukuman.
- Suddenness, efektif jika cepat
mencapai intnsitas puncak cepat.Misalnya seorang anak melakukan kesalahan
walaupun ringan dia mendapatkanhukuman yang cukup berat sehingga
mendapatkan efek jera.
- Brevity, semakin
sebentarsemakin baik. Misalnya seoranganak yang melakukan kesalahan dia di
hukum sekali atas kesalahannya.
Kondisi-kondisi batin
Meskipun menolakpenjelasan tentang perilaku berdasarkan konstrak hipotetis yang
tidak bisa diamati namun, skinner tidak menyangkal keberadaan kondisi-kondisi
batin, sepertirasa cinta, rasa cemas, atau rasa takut. Kondisi batin dapat
dipelajari sepertiperilaku laninnya tapi, pengobservasiannya memang agak
terbatas. Dalam suratpribadinya Skinner menulis, "Saya yakin agak mustahil
membicarakkanperistiwa-peristiwa peribadi, apa lagi menuliskan batas-batas
akurat untukmenelitinya. Saya yakin dari sinilah makna 'tidak bisa diamati'
muncul". Apakahperanan kondisi-kondisi batin tersebut??
1. Kesadaran diri
Skinner
yakin bahwamanusia bukan hanya memiliki kesadaran tetapi juga sadar akan
keberadaan-kesadaran tersebut. Mereka tidak hanya sadar akan lingkungannya
tetrapi sadarbahwa dirinya merupakan bagian dari lingkungan tersebut
Perilaku adalah fungsi dari lingkungan, dan bagian dari lingkungan itu sendiri.
Fungsi universal ini khas milik seseorang dan karenanya bersifat peribadi
2. Dorongan-dorongan
Bagi Skinner,dorongan dapat
memperlihatkan efek-efek dari kondisi kekurangan dankeberlilmpahan, dan kepada
probabilitas bahwa organism akan meresponnya.Terhadap kondisi lapar
'kekurangan' seseorang dapat meningkatkan kesukaan pada makanan; terhadap
kondisi kekenyangan 'keberlimpahan', seseorang dapatmengurangi seseorang pada
makanan. Faktor-faktor lain yang meningkatkan ataumenurunkan probabilitas makan
adalah kondisi lapar ketersediaam yang bisadiamati secara internal, ketersediaan
makanan dan pengalaman sebelumnya demnganmakanan sebagai penguat.
3. Emosi
Skinner
mengakui keberadaan emosi-emosi subjektif namun, dia menekankan bahwa perilaku
tidak harus diletakkan padanya. Skinner menerima keberadaan emosi berdasarkankebutuhan
kuat terhadapperjuangan mempertahankan hidupdan kebutuhan kuatterhadap
penguatan. Disepanjang millennia, individu yang paling berani melawanrasa takut
ataun rasa marah adalah orang-orang yang sanggup melepaskan diri danmenaklukkan
bahaya, karena itu dapat menurunkan ciriciri itu kepadaketurunannya 'anaknya'
4. Tujuan dan Niat
Skinner mengakuikonsep tujuan dan niat, namun lagi-lagi dia tidak setuju jika
kita melekatkanperilaku kepadanya. Tujuan dan niat hadir dalam diri bukan
factor utama yangmengarahkan perilaku ke luar melainkan berfungsi sebagai
penguat. Tujuan dapatmenjadi pengauat. Contohnya, jika anda percaya
tujuan melkukan joggingadalah menjadi sehat dan hidup lama. Dari sini kita akan
berjoging lantarantujuan perse sudah menjadi stimulus penguat. Apalagi ketika
kita mendapatkanmanfaat dari jogging itu atau menjelaskan alas an berjoging
kepada mereka yangtidak melakukannya.
Yang disebut dengantujuan atau niat adalah stimuli yang dirasakan secara fisik
dalam diriorganism, bukannya peristiwaperistiwa mental yang memunculkan
perilakutertentu.
5. Perilaku komnpleks
Perilaku
manusiadapat terus bergerak menjadi kompleks namun, Skinner percaya bahkann
perilaku yangpaling abstrak dan komnmpleks dibentuk oleh seleksi alam,
evolusi budaya,atau sejarah penguatan individu.
Sekali
lagi Skinnertidak menyangkal keberadaan proses-proses mental lebih tinggi
seperti kognitif,rasio, dan rekoleksi namun dia juga tidak mengabaikan perilaku
kompleksmanusia, seperti kreativitas, perilaku yang tidak disadari, mimpi, dan
perilakusosial.
6. Psikoterapi
Skinner
mengklaimbahwa psikoterapi tradisonal merupakan salah satu penghalang utama
psikologimenjadi ilmiah. Namun gagasannya tetang membentuk perilaku bukan hanya
memilik ipengaruh signifikan bagi terapi perilaku, tetapi meluas sampai
deskripsibagaimana semestinya terapi bekerja.
Para
terapis behavioristik sudah mengembangkan beragam teknik selama bertahun-tahun,
kebanyakan didasarkan kepada pengondisian operan meskipun beberapa dibangun
dengan disekitar prinsip pengondisian klasik (responden). Pada umumnya, para
terapis behavioral ini berperan aktif dalam proses perawatan, memfokuskan diri
padakonsekuensi positif perilaku tertentu dan efek-efek yang tidak dikehendaki
olehorang lain, dan yakin kalau perilaku dalam hangka waktu tertentu
akanmenghasilkan penguatan positif.
Pembentukan perilaku apapun memerlukan waktu, dan perilaku terapi tanpa
terkecuali. Seorangterapis membentuk perilaku yang diinginkan dengan memperkuat
perubahan perilakumenjadi lebih baik. Terapis nonbehavioral mungkin akan
memengaruhi perilakusecara kebetulan atau tanpa diketahui, sedangkan terapis
behavioral secarakhusus memfokuskan diri kepada tekhnik ini (Skinner,1953).
Aplikasi teori
Skinner melaluimodifikasi perilaku (B-mod) yaitu teknik terapi yang
didasakan padakarya-karya Skinner. Cara kerjannya sangat sederhana yakni,
dengan menghentikanperilku yang tidak diinginkan (dengan cara menghilangkan
penguat) danmenggantinya dengan perilaku yang dihasrati dengan penguatan.
Teknik ini telahdigunakan disemua persoalan psikologis seperti kecanduan,
neurosis, sifatpemalu, autis, bahkan skizofrenia, dan lebih efektif jika
ditujukkan pada anak-anak.Salah satu cabang b-mod adalah ekonomi tanda (token
economy), teknik ini banyakdipakai dilembaga-lembaga seperti rumah sakit jiwa,
panti untuk remajabermasalah dan penjara. Ada aturan-aturan tertentu yang
berlaku di sebuahinstitusi scara eksplisit, dan mereka yang menaati peraturan
tersebut akandiberikan hadiah-hadiah tertentu. Cara ini sangatlah efektif dalam
menciptakkanketeratura di lembaga-lembaga yang kacau seperti rumah sakit jiwa
atau penjara.
Ktiktik terhadap Skinner
B.F. Skinner denganpandangnnya yang radikal, banyak salah dimengerti dan
mendapat kritik yangtidak proporsional. Berbagai ide-fikirannya dikembangkan
orang dalam bentukyang lebih halus ternyata diterima luas. Betapapun orang
harus mengakui bahwateori behaviorisme paling berhasil dalam mendorong penelitian
dibidangpsikologi disbanding dengan pendekatan teoritik lainnya. Berikutlima
kritik terpenting terhadap teori skinner.
Teori
Skinner tidak menghargai harkat kemanusaiaan.Manusia bukan mesin otomat, yang
diatur oleh lingkungan semata. Manusia bukanrobot, tetapi organisme yang
memiliki kesadaran untuk bertingkah laku denganbebas spontan.
Generalisasi dari tingkah laku merpati mematuk makananmenjadi tingkahlaku
manusia yang sangat kompleks, terlalu jauh/luas. Kondisioningmenjadi terlalau menyederhanakan
permasalahan.
Gabungan
pendekatan nomonetik dan idiografik dalampenelitian dan pengembangan teori
banyak menimbulkan masalah metodologis
Pendekatan
Skinner dalam terapi tingkah laku secara umumdikritik hanya mengobati symptom
dan mengabaikan penyebab internal mental danfisiologik. Kritik itu mengklaim
bahwa serng terjadi subtitusi simtom;munculnya simtom baru mengganti simtom
(tingkah laku yang tidak dikehendaki)yang hilang.
Kesimpulan
Dalam teorinyaSkinner dipengaruhi oleh tiga tokoh Behavioris yang paling utama
adalah Pavlov,J.B. Watson, Thorndike, yang kemudian melahirkan Teori Operant
Conditoningmelalui percobaannya terhadap binatang dan alatnya tersebut
dinamakan dengan Skinner Box.
Operant Conditioning adalah suatu prosespenguatan perilaku yang dapat
mengakibatkan perilaku tersebut dapat berulangkembali atau menghilang sesuai
dengan keinginan. Dalam konsep teorinya Skinnermembahas tentang reinfocement,
penjadwalan reinforcmen, shaping, extinction,generalisasi stimulus,
diskriminasi stimulus, esape learning, avoidancelearning, dan punishment, dalam
usahanya untuk menjadikan psikologi sebagaistudi yang objetif.
Skinner bekerjadengan tiga asumsi dasar, dimana asumsi pertama dan kedua pada
dasarnya menjadiasumsi psiklogi pada umumnya, bahkan menjadi merupakan asumsi
semua pendekatanilmiah.
- Tingkah laku itu mengikuti
hukum tertentu (behavior oflawful). Ilmu adalah usaha untuk menemukan
keteraturan, menunnjukkan bahwaperistiwa tertentu berhubungan secara teratur
dengan peristiwa lain.
- Tingkah laku dapat diramalkan
(behavior can bepredicted). Ilmu bukan hanya menjelaskan, tetapi juga
meramalkan
- Tingkahlaku dapat dikontrol
(Behavior can be controlled). Ilmu dapat melakukkan antisipasi dan
menentukkan/membentuk(sedikit-banyak) tingkah laku seseorang.
DAFTAR PUSTAKA
Feist,Jest. Feist, Gregory., (2008),
Theories of Personality, Edisi keenam, CetakanPertama, Pustaka Pelajar,
Yogyakarta.
Hardy, Mlacolm. Heyes,
Steves.,(1988), PengantarPikologi, Edisi kedua, Cetakan pertama, P.T. Gelora
Aksara Pratama, Jakarta.
Boeree,George.,(2008), Personality
Theories, Edisi baru, Cetakan prtama, Ar RuzzMedia, Yogyakarta
http://www.oceank9training.com/articles.php?from=detail&ee85b62281ba8c77e8a83721683b5bcc=337 (Di akses 10 September 2016)
https://ilmpiwil3.wordpress.com/2014/06/04/teori-operant-conditioning-b-f-skinner-1974/ (Di akses 10 September 2016)
https://penembushayalan.wordpress.com/kuliah/tokoh-dan-teori-belajar/teori-belajar-skinner-burrhus-frederick-skinner/ (Di akses 10 September 2016)
http://ranah-berbagi.blogspot.co.id/2010/08/isi-latarbelakang-teori-skinner-seorang.html (Di akses 10 September 2016)
https://oktavianipratama.wordpress.com/makalah-makalah/teori-belajar-b-f-skinner/ (Di akses 10 September 2016)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar