Selasa, 15 Maret 2016

LAPORAN PRAKTIKUM MANAJEMEN SATWA LIAR DAN DINAMIKA POPULASI “Analisis Dan Evaluasi Habitat Rusa Di Penangkaran Mendalo: Aspek Pakan Dan Pelindung (Shelter Dan Cover)”



LAPORAN PRAKTIKUM MANAJEMEN SATWA LIAR DAN DINAMIKA POPULASI
“Analisis Dan Evaluasi Habitat Rusa Di Penangkaran Mendalo: Aspek Pakan Dan Pelindung (Shelter Dan Cover)”


Disusun Oleh :
Ressy Rahmawati (D1D013054)
Kelas B Semester VI


Dosen Pengampu:
Drs. Asrizal Paiman, M.Si
Novriyanti, S.Hut, M.Si
Cory Wulan, S.Hut, M.Si



logo unja fkip.jpg





JURUSAN KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016
ABSTRAK
Analisis dan evaluasi habitat rusa di penangkaran Mendalo kali ini bertujuan untuk mengetahui aspek pakan dan pelindung (shelter dan cover). Ketersediaan kedua nya sangat mempengaruhi kondisi rusa di penangkaran. Parameternya dapat dilihat dari jenis-jenis pakan rusa yang tersedia, pengelolaan pakan, daya dukung pakan rusa, karakteristik dan jenis pelindung, fungsi masing-masing jenis pelindung, pengelolaan pelindung, serta kecukupan pelindung dan kegiatan pengelolaannya. Dari pengamatan tersebut diketahui bahwa jenis-jenis pakan yang tersedia alami yaitu rumput gajah, kawat-kawatan, dan rumput kalijono. Pengelolaan pakan masih kurang memadai dimana tidak adanya pengeloaan yang dilakukan pada rumput pakan di penangkaran serta efensiensi pemberian pakan tambahan oleh pengelola juga mempengaruhi daya dukung pakan rusa tersebut. Sedangkan karakteristik dan jenis pelindung sendiri di dominasi Pulai, Gaharu, Medang, Pelangas, Durian, Bacang, Kayu kacang-kacang, Terap, Leban, Mengkirai dan Berumbung dan lainya. kondisi pelindung tersebut bervariasi yaitu baik, terganggu, maupun rusak. Kecukupan pelindung di penangkaran inipun belum tercukupi. Dimana pohon yang termasuk ke dalam kategori cover hanya sedikit. Sehingga pengelolaan pakan maupun pelindung di penangkaran ini masih kurang memadai.

BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Upaya konservasi satwa belakangan ini semakin sering untuk dilakukan. Salah satu nya adalah dengan melakukan penangkaran satwa dalam habitat buatan. Seperti yang kita ketahui, kondisi habitat akan mempengaruhi satwa yang berada di dalamnya.
Habitat merupakan sebuah tempat atau kawasan terdiri dari komponen biotik maupun abiotik yang merupakan satu kesatuan dan dimanfaatkan sebgai tempat hidup dan berkembang biak. Satwa tinggal di habitat yang sesuai dengan lingkungan yang diperlukan untuk menopang keberadaanya serta kelangsungan hidupnya, habitat sendiri mempunyai fungsi menyediakan makanan, air dan pelindung. Tipe habitat sendiri adalah kumpulan komponen sejenis pada suatu habitat yang mendukung sekumpulan jenis  satwa liar untuk melakukan berbagai aktivitas. Identifikasi tipe habitat yang diperlukan suatu satwa didapat dari pengamtan fungsinya, sebagai contoh untuk berkembang biak maupun untuk makan. Struktur vegetasi berperan sebagai pengaturan ruang hidup dan dengan unsur utama yaitu : bentuk pertumbuhan, stratifikasi dan penutupan tajuk.
Penyebaran rusa sambar yang merupakan satwa asli Indonesia dapat ditemui di pulau Kalimantan dan pulau Sumatera.  Penyebaran rusa sambar terdapat di semua tipe habitat hutan Kalimantan. Satwa ini sangat menyukai habitat hutan sekunder untuk mencari makan. Sedangkan pada habitat hutan primer digunakan oleh rusa sambar sebagai ruang pergerakan atau perlindungan. Selain di Indonesia, habitat Rusa sambar juga dijumpai di India dan sejumlah negara di Asia Tenggara dengan populasi di habitat asli nya yang mulai menurun.
Informasi sebaran rusa sambar dan habitat rusa pada penangkaran rusa Mendalo belum banyak di ketahui. Oleh sebab itu pratikum ini penting untuk dilakukan.

1.2  Tujuan praktikum
Adapun tujuan dari praktikum kali ini adalah :
·         Mempelajari serta menganalisis karakteristik dan jenis pelindung di penangkaran rusa Mendalo
·         Mengetahui dan menganalisis fungsi dari masing-masing jenis pelindung serta pengelolaan pelindung tersebut di penangkaran rusa Mendalo
·         Mengidentifikasi serta mengevaluasi kecukupan pelindung serta kegiatan pengelolaannya
·         Mengamati dan mengetahui jenis-jenis pakan rusa yang tersedia di penangkaran rusa Mendalo
·         Untuk mempelajari pengelolaan pakan rusa di penangkaran rusa Mendalo
·         Mengevaluasi  dan mengidentifikasi daya dukung pakan rusa di penangkaran rusa Mendalo













BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Habitat Rusa Sambar
Habitat  dapat di artikan sebuah tempat yang terdiri dari komponen fisik maupun abiotik yang merupakan satu kesatuan dan dimanfaatkan oleh satwa sebagai tempat beraktivitas serta berkembang biaknya. Kualitas suatu habitat memperlihatkan daya dukung lingkungan untuk memberikan kondisi khusus tepat untuk individu dan populasi secara terus menerus. Kualitas habitat tersebut dihimpun sebagai kemampuan untuk memberikan sumber daya untuk bertahan hidup, reproduksi,dan kelangsungan hidup secara berkelanjutan. Para ilmuwan umumnya menyamakan kualitas habitat yang tinggi dengan menonjolkan vegetasi yang memiliki kontribusi terhadap suatu spesies satwa. Komponen  habitat yang dapat bermanfaat bagi kehidupan kehidupan satwa liar terdiri dari pakan,pelindung, air serta ruang.
Rusa sambar adalah hewan asli dari Indonesia yang merupakan salah satu kekayaan sumberdaya alam hayati nusantara dan harus dilestarikan. Penyebaran rusa sambar di Indonesia di antaranya terdapat di pulau Kalimantan dan pulau Sumatera. Habitat sebaran rusa sambar ini terdapat di semua tipe habitat hutan Kalimantan. Habitat hutan sekunder merupakan habitat yang paling disukai oleh satwa ini untuk mencari makan. Rusa sambar merupakan satwa yang dilindungi oleh pemerintah. Hal ini di sebabkan oleh penurunan jumlah populasi rusa yang berada di habitat alami. Penurunan ini dikarenakan adanya tekanan maupun kerusakan di habitat alami rusa sambar.
Keberadaan rusa sambar sangat tergantung dengan kondisi habitatnya. Kerusakan habitat akan menghilangkan beberapa jenis tumbuhan yang dimanfaatkan rusa sebagai sumber pakan, serta menghilangkan susunan pohon sebagai tempat berlindung serta persembunyian dan ruang untuk perkembangbiakan. Rusaknya habitat tersebut juga akan mempengaruhi sebaran populasinya dikarena kan rusa sambar ini cenderung akan memilih habitat yang jauh dari keberadaan manusia. Pembukaan kawasan untuk perkebunan, pertanian dan pemukiman telah menjadikan membuat rusaknya habitat rusa sambar tersebut.
Oleh sebab itu, maka perlu adanya penangkaran terhadap rusa sambar untuk melestarikan rusa sambar tersebut. Rusa juga merupakan satwa yang sangat produktif karena dapat bereproduksi tiap tahun serta mempunyai tingkat produksi yang cukup besar dengan persentase yang lebih tinggi dibandingkan satwa lain. Perkawinan antara rusa jantan dan betina dapat menghasilkan individu baru yang berkembang itulah menjadi suatu populasi.
2.2 Pelindung Rusa (cover)
Pelindung bagi rusa merupakan suatu lokasi yang dijadikan rusa sebagai tempat berlindung dari cuaca buruk ataupun tempat istirahat bagi satwa. Areal bagi satwa untuk mencari makan, berlindung, bermain dan berkembangbiak yang biasa disebut habitat. Pengelolaan pelindung (Cover) Kebutuhan perlindungan dari terik matahari, hujan dan pemangsa, sangat dibutuhkan satwa. Untuk itu diperlukan pengetahuan tentang pola penggunaan ruang setiap spesies satwa. Pengelolaan cover berkaitan erat dengan pengaturan vegetasi. Selain itu perlu diketahui juga tentang preferensi habitat setiap spesies satwa. Kegiatan yang mungkin dilakukan dalam pengelolaan pelindung misalnya peningkatan jumlah pohon peneduh yang dibutuhkan oleh satwa. Dalam perbaikan habitat memerlukan pengkajian terhadap aspek penyebab kerusakan habitat dan daya dukung habitat yang dibutuhkan oleh setiap satwa. 

2.3 Makanan Rusa sambar
Makanan merupakan sesuatu yang dapat diberikan maupun di dapat oleh satwa sebagai sumber energi dan zat-zat gizi. Rusa merupakan hewan herbivora pemakan rumput, kadang rusa juga memakan dedaunan, serta menyukai berbagai macam bunga yang berjatuhan dan buah-buahan dari pohon – pohon di hutan. Selama musim hujan, suatu jenis rumput serta alang-alang merupakan sumber pakan utama.
Makanan rusa sambar yang dipelihara di penangkaran biasanya sangat bervariasi Selain makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan air, rusa juga membutuhkan mineral. Menurut penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan, mineral bermanfaat sebagai pembentuk tulang, gigi, rambut, kuku, dan ranggah, pembentukkan jaringan lunak dan sel darah, penyeimbang tekanan osmosis cairan tubuh, pembentukan enzim, hormon, dan bagian komponen vitamin. Pada tingkat komersil, kekurangan unsur mineral dapat dihindari dengan pemberian mineral dalam bentuk bongkahan atau disebut sebagai mineral blok. Hewan yang kekurangan unsur mineral akan dengan sendirinya menjilati bongkahan tersebut.









BAB III
METODE PRAKTIKUM


3.1  Lokasi dan Waktu
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Senin, 29 Februari 2016 Pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai. Bertempat di penangkaran rusa sambar Mendalo Indah.

3.2 Bahan dan alat
Bahan  yang digunakan dalam  praktikum ini adalah jenis-jenis rumput yang ada di rusa sambar (Cervus unicolor ) di penangkaran, Sedangkan alat yang digunakan adalah buku identifikasi jenis rumput, patok, kamera digital, tali, sekop, timbangan, tambang, meteran, ,dan alat tulis.

3.2  Jenis dan cara pengambilan data
Berdasarkan sumber, data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Dimana parameter data primer tersebut meliputi jenis pakan yang dimakan rusa, pengelolaan pakan, karakteristik pelindung, kondisi pelindung, fungsi pelindung, serta pengelolaan pelindung tersebut . Sedangkan data sekunder yang diambil meliputi kondisi umum tempat penangkaran.  Adapun data yang dikumpulkan berdasarkan tipe penelitian adalah  data kuantitatif  (numerik) dan kualitatif (fenomena yang diamati). Cara pengambilan data yang dilakukan adalah sebagai berikut :
Inventarisasi, Penghitungan jumlah Rusa sambar dilakukan dengan metode pengamatan berjalan. Penghitungan ini dilakukan dengan cara pengamat berjalan untuk mengidentifikasi jenis pakan yang dimakan rusa, pengelolaan pakan, karakteristik pelindung, kondisi pelindung, fungsi pelindung, serta pengelolaan pelindung tersebut secara langsung.
Wawancara, Dilakukan secara langsung dengan metode tanya-jawab dengan pihak pengelola penangkaran.
Dokumentasi, dilakukan secara langsung dengan pengambilan gambar rusa sambar serta lingkungan penangkaranya.

3.3  Analisis Data
Analisis data yang dilakukan meliputi meliputi jenis pakan yang dimakan rusa, pengelolaan pakan, karakteristik pelindung, kondisi pelindung, fungsi pelindung, serta pengelolaan pelindung tersebut, Sebagai berikut:
a.       Jenis pakan rusa dan pengelolaan pakan, dengan menganalisis per plot jumlah total pakan yang dimakan oleh rusa di dapat dari jumlah rata-rata jenis pakan yang tersedia di penangkaran. Sedangkan pengelolaan pakan dianalisis dari hasil wawancara dengan pihak pengelola penangkaran dan upaya pengelolaan pakan yang dilakukan di penangkaran.
b.      Karakteristik pelindung dan kondisi pelindung, dapat di analisis dengan membuat profil pohon serta proyeksi tajuknya. Data yang diambil dalam observasi tersebut untuk membuat profil dan proyeksi tajuk meliputi tinggi total, tinggi bebas cabang, bentuk tajuk, panjang tajuk, dan  lebar tajuk. Sedangkan kondisi pelindung dapat di analisis dengan melihat kondisi pelindung dan  mengkategorikannya dalam penilaian baik, terganggu, dan rusak.
c.       Fungsi pelindung dan pengelolaan pelindung, Dapat di analisis dengan mengamati penggunaannya oleh rusa sambar  di penangkaran dan fungsi setiap pohon dapat digolongkan dengan shelter, cover, atau tidak digunakan. Sedangkan pengelolaan pelindung dianalisis dari hasil wawancara dengan pihak pengelola penangkaran dan upaya pengelolaan yang ada di penangkaran.





















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil
Tabel 4.1 Jenis-jenis rumput yang terdapat di Penangkaran Rusa Mendalo
Hari/Tanggal   : Senin, 29 Februari 2016
Waktu             : 13.00 sampai dengan selesai
No
Jenis rumput
Pakan/ bukan
Jumlah individu pada plot ke-
Total
% Penutupan lahan
1
2
3
4
Plot
Individu
1
Senduduk-sendudukan
Bukan
~
~
~
~



2
Rumput teki
Pakan
~
~
~
~



3
Kawat-kawatan
Pakan
~
~
~
~



4
Rumput gajah
Pakan
~
~
~
~



5
Rumput kolojono
Pakan
~
~
~
~



6
Unknown Spesies 1
Bukan
~
~
~
~



7
Unknown spesies 2
Bukan
~
~
~
~




Keterangan:    ~ = Tak terhingga
2. Ada 4 jenis yang menjadi sumber pakan rusa, yaitu rumput jenis kawat-kawatan, rumput gajah, rumpu teki dan rumput kolojono.


Tabel 4.2 Kondisi pelindung (shelter dan cover) di Penangkaran RusaHari/ Tanggal : Senin, 29 Februari 2016
No
Jenis
Tinggi
DBH
k(cm)
Tajuk
K
F
TT
TBc
Pj
Pd
Ort
Ls
1
Pulai
8
6
87,5
2m
1,5
Lurus
3m
Rusak
Shelter
2
Karet
10
4,3
160
2m
-
Barat
4m
Terganggu
Shelter
3
A
6,5
4,5
64
2m
2m
Miring
4m
Rusak
Shelter
4
B
9,5
6,5
84,1
3m
1m
Lurus
4,5
Baik
Shelter
5
Terap
10,5
3,5
85,5
6m
8m
Lurus
48m
Baik
Shelter
6
Rambutan hutan
12
7
69
5m
6m
Barat
30m
Terganggu
Shelter
7
Karet
11
4
121
7m
4m
Timur laut
28m
Baik
Cover
8
Jambu-jambu
11
3
140
8m
6m
Lurus
48m
Baik
Cover
9
Rambutan
12
4
108
5m
5m
Lurus
25m
Baik
Shelter
10
Karet
14
4,3
120
9,7
6
Lurus
58,2
Baik
Shelter
11
Terap
11
8
68
1m
1m
Lurus
1m
Rusak
Shelter
12
Nangka
12
3
118
4m
12
Lurus
108
Baik
Shelter
13
Pulai
11
4,5
98
2m
3m
Lurus
6m
Terganggu
Shelter
14
Terap
10
7
68
2m
2m
Lurus
4m
Baik
Shelter
15
Marapuyan
7
5
77
3m
3m
Lurus
9m
Rusak
Shelter
16
C
10
2,5
74
7,5
4m
Lurus
30m
Baik
Shelter
17
Mangga
12
3
69
9m
6m
Lurus
54m
Baik
Shelter
18
Karet
11
5
78
7m
4m
Barat
28m
Terganggu
Shelter
19
Pulai
19
14
171
5m
4m
Lurus
20m
Terganggu
Shelter

Keterangan: TT (tinggi total); TBc (tinggi bebas cabang); DBH (diameter pohon setinggi dada); Pj (tajuk terpanjang); Pd (lebar tajuk/ yang tegak lurus); Ort (arah orientasi tajuk); Ls (luas tajuk); K = kondisi (baik, terganggu, rusak); F = fungsi (cover, shelter)
Tabel 4.3 Pengelolaan pelindung di penangkaran rusa sambar Mendalo
No.
Nama kegiatan, Uraian, dan Tingkat Keberhasilan
1
Pembebasan cabang atau ranting pohon, dimana cabang-cabang atau ranting-ranting yang telah banyak di tebang agar tidak mengganggu pohon lain. Tingkat keberhasilan kegiatan ini rendah. Karena penebangan tidak dilakukan secara rutin
2
Pemungutan cabang atau ranting pohon, dimana pemungutan dilakukan ketika banyak ranting dan cabang di pohon yang terjatuh atau tidak terlepas sempurna sehingga dapat menggangu pertumbuhan pelindung. Tingkat keberhasilan nya pun rendah. Karena pemungutan tidak dilakukan secara rutin.
3
Penanaman bibit pohon, penanaman bibit pohon diharapkan akan dapat menjadi cover di kemudian hari. Tingkat keberhasilan kegiatan ini pun rendah. Hal ini dikarenakan kurang terawatnya bibit yang telah ditanam dan bibit yang ditanam tersebut daunya telah dimakan atau terinjak oleh rusa sehingga bibit menjadi rusak.
4
Pembersihan gulma atau tanaman pengganggu, dimana gulma atau tanaman penganggu yang berada disekitar pelindung dapat menyebabkan terganggu nya pelindung dan persaingan dalam perebutan unsur hara. Sehingga perlu dilakukan pembersihan. Namun tingkat keberhasilan nya pun rendah mengingat upaya ini tidak dilakukan secara berkelanjutan.




Pemetaan Pohon/ Vegetasi Pelindung (Shelter dan Cover) di Penangkaran Rusa Mendalo






4.2 Pembahasan
Setelah dilakukan analisis dan evaluasi, maka di dapat hasil tentang aspek pakan serta pelindung pada penangkaran rusa sambar di Mendalo.

Aspek Pakan
Jenis pakan yang dimanfaatkan oleh rusa yang berada di dalam penangkaran maupun yang di berikan adalah jenis rumput gajah, kolojono, teki, dan kawat-kawatan. Adapun jenis lain namun bukan pakan yang ditemukan salah satunya yaitu senduduk, senduduk tidak dapat dimakan rusa karena dapat menyebabkan diare pada rusa. Dengan perbandingan lebih banyak ditemukan rumput yang tidak dapat dijadikan pakan.
Rumput pakan biasanya akan banyak saat musim hujan karena saat musim hujan pertumbuhan rumput lebih  cepat serta memiliki kandungan air yang tinggi. Permasalahan pakan yang sering muncul ketika musim kemarau karena rumput cenderung tumbuh lebih sedikit di tambah lagi rumput-rumput tersebut memiliki kadar air yang rendah.  Sedangkan rusa cenderung menyukai pakan rumput yang memiliki kadar air yang tinggi seperti rumput basah.  Jumlah rumput-rumputan jumlah nya ada yang banyak (pengamatan dilakukan pada saat musim hujan) Namun masih termasuk kategori sedikit dengan perbandingan rusa yang ada. Kondisi tutupan lahan pun tidak tersebar merata atau tidak seimbang. Hanya pada titik-titik tertentu yang tertutupi sempurna.  Sehingga produksivitas rumput untuk pakan rusa di dalam penangkaran rusa sambar mendalo yang tersedia belum memadai. Hal ini disebabkan ketika rumput pakan yang baru saja tumbuh langsung dimakan oleh rusa sambar dan tidak adanya perawatan yang lebih lanjut pada pakan rumput yang tersedia. Hal ini menjadi salah satu aspek pengelolaan pakan yang perlu ditingkatkan.
Pihak pengelola menambahkan pakan rumput agar kebutuhan rumput tercukupi, apabila kebutuhan pakan tidak tercukupi maka dapat membuat rusa kelaparan bahkan menyebabkan kematian. Hal ini sesuai dengan peniliti sebelumnya yang mengatakan bahwa pakan merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan satwa  (Jacoeb dan Wiryosuhanto 1994). Menurut pengelola kebutuhan rumput bagi rusa idealnya antara empat sampai enam karung per hari. Hal inilah yang membuat rumput yang dapat dijadikan pakan di dalam penangkaran cepat habis sehingga pihak pengelola memberikan rumput tambahan sebanyak 3 kali sehari dan pakan tambahan yaitu bungkil 2 kilogram dan dedak 8 kilogram. Selain menambah pakan, bungkil dan dedak dapat menambah variasi makanan rusa serta gizi yang di didapat. Pada saat hujan pemberian pakan terhambat karena dilakukan setelah hujan berhenti sedangkan pada musim panas rumput dengan kadar air tinggi jarang di ditemukan serta persaingan dalam perebutan pakan karena rusa jantan yang lebih lebih banyak dari betina. Dan Pihak pengelola hanya membawa pakan rumput yang ambil hanya menggunakan tangan tanpa bantuan alat. Hal ini menyebabkan tidak efisiennya pengambilan dan pemberian pakan. Ideal nya pengelolaan pakan ini perlu tambahan alat seperti gerobak saat pengangkutan pakan dan perbandingan jumlah jantan dan betina pun juga perlu di seimbangkan serta adanya perawatan pakan rumput dalam peangkaran yang dilakukan.
Aspek Pelindung
Dalam inventarisasi yang dilakukan, rusa sambar cenderung menjadikan pelindung sebagai tempat bernaung saat matahari terik ataupun saat hujan. Terdapat spesies pelindung yang ditemukan di penangkaran rusa Mendalo cukup banyak antara lain adalah karet, pulai, nangka, terap, rambutan hutan, jambu-jambu, medang, marapuyan, dan mangga. Jenis tersebut menunjukan cukup bervariasi nya jenis pelindung.
Kondisi pelindung tersebut bervariasi, ada yang memiliki kondisi baik,terganggu, dan ada juga yang rusak. Dari hasil yang ditemukan dilapangan, sebagian besar pelindung dalam kondisi baik. Namun dalam kondisi rusak maupun terganggu juga lumayan banyak. Karakteristik pelindung dapat dilihat pada profil pohon serta proyeksi tajuknya, Diukur dengan membuat profil pohon serta proyeksi tajuknya. Dari hasil analisis langsung, dapat dilihat bahwa pelindung dengan spesies pulai memiliki tinggi pohon yang paling tinggi dan diameter terlebar. Namun karena kondisi pulai tersebut dalam keadaan terganggu, pulai tersebut masih termasuk kategori shelter. Sedangkan kategori yang termasuk cover hanya ditemukan pada spesies jambu-jambu dan karet yang memiliki kondisi yang baik.
Untuk jumlah pelindung jika dibandingkan dengan jumlah rusa tidak sebanding. Dimana  jumlah pelindung dengan luasan 1 hektar tidak cukup untuk jumlah rusa 10 ekor. Idealnya 1 hektar hanya cukup untuk 4 ekor rusa. Terlebih lagi cover yang ditemukan di penangkaran rusa jumlahnya hanya sedikit. Sedangkan pohon lain nya  berfungsi sebagai shelter atau pelindung sementara yang lebih mendominasi dan juga terdapat pohon yang tidak memiliki fungsi sama sekali. Hal ini disebabkan pengelolaan pelindung tersebut belum maksimal dan perlu ditingkatkan. Pihak pengelola belum melakukan perawatan maksimal untuk pelindung. Hal ini dapat dilihat dari masih banyak pohon yang ditemukan dalam keadaan rusak ataupun terganggu. Sehingga tidak dapat berfungsi sebagai cover.


BAB V
KESIMPULAN


5.1 Kesimpulan
Dari hasil analisis dan evaluasi di penangkaran rusa Mendalo diketahui bahwa rumput yang ada di dalam penangkaran tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan pakan rusa sambar. Hal ini disebabkan rumput yang dijadikan pakan tersebut pertumbuhanya tidak mampu mengimbangi kebutuhan untuk pakan rusa terutama pada musim kemarau. Sehingga pihak pengelola memberikan pakan rumput tambahan serta pakan selain rumput, yaitu bungkil dan dedak. Pada aspek pelidung setelah di lakukan analisis dan evaluasi, diketahui bahwa jumlah pelindung jika dibandingkan dengan jumlah rusa tidak sebanding. Dimana  jumlah pelindung yang dapat berfungsi sebagai cover sangat sedikit. Dalam penangkaran tersebut dengan luasan 1 hektar tidak cukup untuk jumlah rusa 10 ekor yang ada di dalam penangkaran. Idealnya 1 hektar hanya cukup untuk 4 ekor rusa. Dalam hal pengelolaan baik pakan dan pelindung yang perlu ditingkatkan dan lebih diperhatikan oleh pihak pengelola. Seperti perawatan rumput dan pohon yang dapat dijadikan pakan dan pelindung rusa sambar serta efisiensi luasan lahan maupun pengakutan pakan.

5.2 Saran
Perlu adanya perhatian yang lebih dari pemerintah maupun pengelola akan kondisi penangkaran tersebut terutama dalam aspek pakan dan pelindung serta penambahan luasan areal lahan pada penangkaran.
















20160229_132911.jpg20160229_132924.jpgLAMPIRAN
Lampiran Foto (Dokumentasi)






















Dokumentasi   : Ressy Rahmawati
Keterangan      : Rusa sambar dilihat dari luar penangkaran sedang memakan pakan yang diberikan pihak pengelola

 

Dokumentasi   : Ressy Rahmawati
Keterangan      : Rusa yang sedang bernaung sekaligus berteduh di bawah pelindung
 



20160229_133723.jpg



20160229_133751.jpg


Dokumentasi   : Ressy Rahmawati
Keterangan      : Kondisi pelindung di dalam penangkaran

 

Dokumentasi   : Ressy Rahmawati
Keterangan      : Kebanyakan di dalam penangkaran masih dikategorikan shelter

 



12802923_858346540941458_4037888362589005169_n.jpg
12832450_858346384274807_6287475451739797530_n.jpg


Dokumentasi   : Moh. Rasyid Erarasie
Keterangan      : rusa jantan yang memiliki ranggah

 

Dokumentasi   : Moh. Rasyid Erarasie
Keterangan : Rusa sambar yang sedang berlindung di bawah pohon

 
 
























DAFTAR PUSTAKA


Jacoeb NT & SD Wiryosuhanto. 1994. Prospek Budidaya Ternak Rusa, Penerbit Kanisius. Yogyakarta. (sebagai sumber kutipan)
Alikodra HS. 1990. Pengelolaan Satwaliar Jilid 1. Bogor: Yayasan Penerbit Fakultas Kehutanan. (sebagai bahan bacaan)
Antaranews, Kehidupan Rusa Sambar di Desa Api-Api Kamis, 10 April 2008 17:35 WIB | Warta Bumi, 2008. . (sebagai bahan bacaan)
Rabinowitz, A, 1997, Wildlife field research and conservation trainnng manual, The Wildlife Society Conservation International Programs, 185st Southern Blvd Bronx NY. . (sebagai bahan bacaan)
Semiadi, G. 1998. Budidaya rusa tropika sebagai hewan ternak. Masyarakat Zoologi Indonesia. Jakarta. . (sebagai bahan bacaan)
Semiadi, G. 2002. Pengenalan biologi rusa: kunci dalam pemanfaatan rusa. Seminar Prospek Penangkaran Rusa di Indonesia. Yogyakarta. . (sebagai bahan bacaan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar