Kamis, 02 Maret 2017

LAPORAN PRAKTIKUM PERILAKU SATWA LIAR
PERILAKU MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DI HUTAN KAMPUS UNIVERSITAS JAMBI


Oleh :
RESSY RAHMAWATI
D1D013054
SEMESTER VII

Dosen Pengampu:
NOVRIYANTI, S.Hut, M.Si








JURUSAN KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS JAMBI

2016
BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Perilaku satwa liar merupakan salah satu bentuk respon individu terhadap rangsangan dari lingkungannya. Rangsangan tersebut dapat berupa makanan, sentuhan, suara, warna dan cahaya dan fungsi indera lainnya. Setiap perilaku yang terjadi menunjukkan aktivitas satwa tersebut dalam ekosistem.
Tekanan predator yang dihadapi menyebabkan hewan mangsa mengembangkan tingkah laku anti predator, yaitu suatu bentuk kewaspadaan dari mangsa terhadap gangguan yang ditimbulkan oleh predator (Agrawal 2001). Ada sekelompok kecil hewan yang termasuk super predator yang tidak takut pada predator yang lain, tetapi pada akhirnya musuhnya adalah manusia. Pada umumnya cara utama hewan menghindari musuh adalah dengan berlari atau terbang. Pada hewan tingkat tinggi, melarikan diri dari predator adalah merupakan perilaku belajar, mis : kucing dengan anjing. Tetapi pada lalat rumah merupakan perilaku bawaan, mis : bila lalat akan dipukul dapat menghindar, karena adanya perubahan udara di sekitarnya. (Sudaryanto, 2012)
Adapun cara menghindar dari berbagai jenis satwa pun berbeda pula. Cara menghidar pada satwa adalah sebagai berikut:
1.      Perilaku Altruistik                   : Perilaku ini lebih mementingkan keselamatan
kelompok daripada dirinya sendiri.
2.      Kamuflase (penyamaran)        : Yaitu perilaku yang menyesuaikan diri dengan
lingkungannya.
3.      Mimikri                                  : Yaitu perilaku yang menyerupai hewan yang
lain, dapat dibagi menjadi mimikri Miller, mimikri Bates dan mimikri agresif..
Banyak hewan yang mempunyai adaptasi melindungi dirinya terhadap serangan pemangsa, misalnya duri pada landak, bau pada celurut, dan pirobolus (kaki seribu) mensekresi asam hidrosianat yang beracun jika diganggu. Bila hewan telah mempunyai senjata tetapi tidak ada pemangsa yang tahu, maka hewan tersebut berevolusi sehingga mempunyai warna yang mencolok tanpa penyamaran sedikitpun, disebut aposematik.
Untuk mengetahui secara langsung perilaku menghindar pada satwa, maka harus dilakukan pengamatan lebih lanjut terhadap satwa tersebut. Oleh sebab itu dilaksanakan pratikum kali ini untuk mengamati perilaku menghindar monyet ekor panjang (Macaca fascicularis).

1.2              Tujuan Praktikum
Adapun tujuan praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
·         Mengamati dan mengetahui perilaku harian khususnya perilaku menghindar monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di hutan kampus Universitas Jambi
·         Mengetahui kecendrungan perilaku menghindar monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di hutan kampus Universitas Jambi















BAB II
METODELOGI

2.1       Waktu dan Tempat
            Laporan praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis, 03 November 2016 pukul 06.30 WIB s/d selesai. Bertempat di hutan belakang gedung FKIP Universitas Jambi.

2.2       Alat dan Bahan
            Alat dan bahan yang diperlukan pada praktikum ini adalah satwa yang diamati monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), alat tulis, dan kamera.

2.3              Metode Pengamatan
            Pengamatan dilakukan metode focal animal sampling, satu pengamat hanya dapat mengamati satu individu satwa Pencatatan aktivitas harian dilakukan dengan teknik scan sampling, yaitu mencatat tiap bentuk kegiatan yang terjadi pada satu satwa yang diamati pada periode waktu tertentu. Periode waktu yang digunakan dalam pencatatan ialah selama kurang lebih 1 jam dengan interval setiap 5 menit. Seluruh aktivitas yang terlihat akan dicatat beserta waktu melakukannya.  Adapun bentuk perilaku menghindar satwa dapat dibagi menjadi :
1.      Perilaku Altruistik       : Yaitu perilaku yang menunjukan lebih mementingkan keselamatan kelompok daripada dirinya sendiri.
2.      Kamuflase                   : Yaitu perilaku menyamar yang menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
3.      Mimikri                      : Yaitu perilaku yang menyerupai hewan yang lain, dapat dibagi menjadi mimikri Miller, mimikri Bates dan mimikri agresif..
            Adapun data pendukung yang dikumpulkan ialah aktivitas harian serta perilaku agonistik yang dilakukan oleh satwa. Data aktivitas harian yang dicatat sesuai dengan batas yang telah ditentukan,yaitu:
·      Berpindah (moving)    :Yaitu segala aktivitas yang dilakukan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
·      Istirahat (resting)         :Yaitu kegiatan istirahat termasuk duduk atau tidur diatas pohon
·      Makan (feeding)          :Yaitu kegiatan mengambil, mengerjakan makanan sebelum masuk kedalam mulut.
·      Bermain (play) :Yaitu aktivitas yang meliputi aktivitas berayun, berkejar-kejaran, berguling, dan latihan baku hantam dengan individu lain. Aktivitas bermain ini biasa terjadi pada anak-anak.                
            Sedangkan data yang dicatat pada perilaku agonistik yaitu suatu perilaku baik yang mengancam maupun yang patuh menentukan pesaing mana yang mendapatkan akses kesumberdaya yang diperebutkan,
·      Perilaku aggressive adalah suatu perilaku yang bersifat mengancam atau menyerang.
·      Perilaku submissive: Perilaku yang menunjukkan ketakutan atau kalah. Contoh : melarikan diri.                                                                                                                                                                                                                                                                                           
















BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3. 1    Hasil
Tabel tally sheet pengamatan satwaliar
Hari/tanggal         : Kamis, 03 November 2016
Mulai pukul         : 06.30 WIB s/d selesai
Spesies satwa      : monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang masih tergolong anakan/remaja

No
Interval waktu pengamatan (5 menit)
Perilaku harian
Perilaku agonistik
Perilaku menghindar
1
06.30-06.35
Bergerak di pohon


2
06.36-06.40
Bergerak di pohon


3
06.41-06.45

Melarikan diri

4
06.46-06.50
Berpindah pohon


5
06.51-06.55
Bergerak di pohon


6
06.56-07.00
Bergelantungan di pohon


7
07.01-07.05
Bergerak di pohon


8
07.06-07.10
Makan di pohon


9
07.11-07.15
Bergerak di pohon


10
07.16-07.20
Berpindah pohon


11
07.21-07.25
Bergerak di pohon


12
07.26-07.30

Melarikan diri

13
07.31-07.35
Bergerak di pohon


14
07.36-07.40
Berpindah pohon


15
07.41-07.45
Tidak terdeteksi keberadaannya
3.2              Pembahasan
            Perilaku satwa diartikan sebagai apa yang dilakukan oleh seekor satwa dan bagaimana satwa tersebut melakukannya. Perilaku meliputi aktivitas yang dapat diamati, baik yang berkenaan dengan gerak ataupun tidak, seperti penyimpanan memori dalam otak hewan. Beberapa  perilaku yang dapat dilihat oleh hewan adalah perilaku harian, perilaku agonistik, serta perilaku menghindar.
            Pada pengamatan yang telah dilakukan selama kurang lebih 1 jam dengan interval waktu 5 menit, dimana praktikum ini dilaksanakan pada pagi hari karena monyet ekor panjang merupakan salah satu satwa yang beraktivitas pada pagi dan sore hari (diurnal).  Adapun monyet ekor panjang yang diamati oleh pengamat adalah monyet ekor panjang anakan/ remaja yang diperkirakan berjenis kelamin jantan. Hal ini dilihat dari ukuran tubuh monyet yang lebih kecil dibanding monyet lainnya dan cara berjalan monyet tersebut yang tegap dan lebih menunjukkan cara berjalan monyet jantan.
            Perilaku harian yang teramati, diketahui bahwa monyet ekor panjang memiliki aktivitas harian terbanyak adalah bergerak pada pagi hari saat pengamatan dilakukan. Perilaku monyet ekor panjang yang sedang bergerak ditandai dengan monyet  yang bergerak di pohon tersebut dengan memegang ranting-ranting pohon disekitar nya. Selain bergerak, monyet ekor panjang remaja tersebut terlihat makan selama 5 menit.  Perilaku makan monyet ekor panjang ini pun dilakukan di atas pohon. Selain itu, juga terlihat monyet ekor panjang bergelantungan di pohon tersebut. Ekornya yang panjang hingga melebihi panjang tubuhnya, dimanfaatkan Macaca fascicularis sebagai alat keseimbangan serta mendukung aktivitas nya seperti bergelantung dan bergerak didahan pohon yang tinggi. Hal ini ditandai dengan monyet ekor panjang yang diamati menggunakan tangannya untuk bertumpu pada pohon tanpa terjatuh. Saat monyet menyadari adanya pengamat, monyet cenderung melarikan diri dari pengamat, hal ini terlihat dari monyet yang melihat kearah pengamat kemudian berpindah pohon. Perilaku ini dapat digolongkan pada perilaku agonistic karena monyet merasa terancam karena adanya pengamat.
            Adapun perilaku menghindar tidak ditemukan, seperti perilaku altruistik pada monyet. Hal ini kemungkinan dikarenakan monyet yang diamati adalah monyet ekor panjang yang masih anakan, maka perilaku untuk melindungi anggota yang lain belum terlihat (altruistik).


























BAB IV
PENUTUP

4.1        Kesimpulan
Perilaku satwa dapat diartikan respon satwa terhadap rangsangan. Perilaku satwa sangat beragam, mulai dari perilaku harian, perilaku agonistik, maupun perilaku menghindar. Salah satu satwa yang paling banyak dan dapat diamati perilaku nya adalah spesies monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Dan setelah dilakukan pengamatan pada monyet ekor panjang, dapat disimpulkan kecenderungan perilaku monyet tersebut termasuk perilakuharian seperti bergerak, berpindah tempat serta makan. Sedangkan perilaku lainnya yang ditemukan adalah perilaku agonistic yaitu melarikan diri saat merasa terancam atau terganggu dengan kedatangan pengamat. Tidak ditemukan perilaku menghindar pada pengamatan dikarenakan perilaku monyet yang tidak memiliki ciri sebagai perilaku menghindar.

4.2        Saran
Saat melakukan pengamatan, praktikan di harapkan agar tidak menggangu satwa yang sedang di amati.












DAFTAR PUSTAKA

Agrawal ,A. A. 2001. Ecology - Phenotypic Plasticity in the Interactions and Evolution of  Species. Science, 294: 321-326.

Ignasius, 2016.  Laporan Praktikum Ekologi Hewan Respon Menghindar Pada Burung Terhadap Predator, (online), (https://www.academia.edu/8900739/LAPORAN_PRAKTIKUM_EKOLOGI_HEWAN_RESPON_MENGHINDAR_PADA_BURUNG_TERHADAP_PREDATOR, di akses 8 November 2016)

Sudaryanto, 2012. Pengenalan perilaku hewan, (online), (https://yusufpojokkampus.wordpress.com/materi/perilakuhewan/pengenalan-perilaku-hewan/, di akses tanggal 8 November 2016)








Tidak ada komentar:

Posting Komentar