LAPORAN
PRAKTIKUM PERILAKU SATWA LIAR
PERILAKU
MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis)
DI HUTAN KAMPUS UNIVERSITAS JAMBI
Oleh
:
RESSY RAHMAWATI
D1D013054
SEMESTER VII
Dosen
Pengampu:
NOVRIYANTI, S.Hut, M.Si
JURUSAN KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Perilaku satwa liar merupakan salah satu bentuk respon
individu terhadap rangsangan dari lingkungannya. Rangsangan tersebut dapat
berupa makanan, sentuhan, suara, warna dan cahaya dan fungsi indera lainnya.
Setiap perilaku yang terjadi menunjukkan aktivitas satwa tersebut dalam
ekosistem.
Tekanan predator yang dihadapi menyebabkan hewan mangsa mengembangkan
tingkah laku anti predator, yaitu suatu bentuk kewaspadaan dari mangsa terhadap
gangguan yang ditimbulkan oleh predator (Agrawal 2001). Ada sekelompok kecil hewan yang
termasuk super predator yang tidak takut pada predator yang lain, tetapi pada
akhirnya musuhnya adalah manusia. Pada umumnya cara utama hewan menghindari
musuh adalah dengan berlari atau terbang. Pada hewan tingkat tinggi, melarikan
diri dari predator adalah merupakan perilaku belajar, mis : kucing dengan
anjing. Tetapi pada lalat rumah merupakan perilaku bawaan, mis : bila lalat
akan dipukul dapat menghindar, karena adanya perubahan udara di sekitarnya.
(Sudaryanto, 2012)
Adapun cara menghindar dari berbagai
jenis satwa pun berbeda pula. Cara menghidar pada satwa adalah sebagai berikut:
1. Perilaku
Altruistik : Perilaku ini lebih mementingkan
keselamatan
kelompok daripada dirinya sendiri.
2. Kamuflase (penyamaran) : Yaitu perilaku yang menyesuaikan diri dengan
lingkungannya.
3. Mimikri :
Yaitu perilaku yang menyerupai hewan yang
lain, dapat
dibagi menjadi mimikri Miller, mimikri Bates dan mimikri agresif..
Banyak
hewan yang mempunyai adaptasi melindungi dirinya terhadap serangan pemangsa,
misalnya duri pada landak, bau pada celurut, dan pirobolus (kaki seribu)
mensekresi asam hidrosianat yang beracun jika diganggu. Bila hewan telah
mempunyai senjata tetapi tidak ada pemangsa yang tahu, maka hewan tersebut
berevolusi sehingga mempunyai warna yang mencolok tanpa penyamaran sedikitpun,
disebut aposematik.
Untuk mengetahui secara
langsung perilaku menghindar pada satwa, maka harus dilakukan pengamatan lebih
lanjut terhadap satwa tersebut. Oleh sebab itu dilaksanakan pratikum kali ini
untuk mengamati perilaku menghindar monyet ekor panjang (Macaca fascicularis).
1.2
Tujuan
Praktikum
Adapun tujuan praktikum kali ini adalah sebagai
berikut :
·
Mengamati dan mengetahui perilaku harian
khususnya perilaku menghindar monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di hutan kampus Universitas Jambi
·
Mengetahui kecendrungan perilaku menghindar
monyet ekor panjang (Macaca fascicularis)
di hutan kampus Universitas Jambi
BAB
II
METODELOGI
2.1 Waktu dan Tempat
Laporan praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis, 03
November 2016 pukul 06.30 WIB s/d selesai. Bertempat di hutan belakang gedung
FKIP Universitas Jambi.
2.2
Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang diperlukan pada praktikum ini adalah
satwa yang diamati monyet ekor panjang (Macaca
fascicularis), alat tulis, dan kamera.
2.3
Metode
Pengamatan
Pengamatan dilakukan metode focal animal sampling, satu pengamat
hanya dapat mengamati satu individu satwa Pencatatan aktivitas harian dilakukan
dengan teknik scan sampling, yaitu
mencatat tiap bentuk kegiatan yang terjadi pada satu satwa yang diamati pada
periode waktu tertentu. Periode waktu yang digunakan dalam pencatatan ialah
selama kurang lebih 1 jam dengan interval setiap 5 menit. Seluruh aktivitas
yang terlihat akan dicatat beserta waktu melakukannya. Adapun bentuk perilaku menghindar satwa dapat
dibagi menjadi :
1. Perilaku
Altruistik : Yaitu perilaku yang menunjukan lebih
mementingkan keselamatan kelompok daripada dirinya sendiri.
2. Kamuflase : Yaitu perilaku menyamar yang
menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
3. Mimikri : Yaitu perilaku yang
menyerupai hewan yang lain, dapat dibagi menjadi mimikri Miller, mimikri Bates
dan mimikri agresif..
Adapun data pendukung yang dikumpulkan ialah aktivitas
harian serta perilaku agonistik yang dilakukan oleh satwa. Data aktivitas
harian yang dicatat sesuai dengan batas yang telah ditentukan,yaitu:
·
Berpindah (moving) :Yaitu segala aktivitas yang dilakukan untuk
berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
·
Istirahat (resting) :Yaitu kegiatan istirahat termasuk
duduk atau tidur diatas pohon
·
Makan (feeding) :Yaitu kegiatan mengambil, mengerjakan makanan sebelum
masuk kedalam mulut.
·
Bermain (play) :Yaitu aktivitas yang meliputi aktivitas berayun, berkejar-kejaran,
berguling, dan latihan baku hantam dengan individu lain. Aktivitas bermain ini
biasa terjadi pada anak-anak.
Sedangkan data yang dicatat pada perilaku agonistik yaitu
suatu perilaku baik yang mengancam
maupun yang patuh menentukan pesaing mana
yang mendapatkan akses kesumberdaya yang diperebutkan,
· Perilaku
aggressive adalah suatu perilaku yang bersifat mengancam atau menyerang.
· Perilaku
submissive: Perilaku yang menunjukkan ketakutan atau kalah. Contoh : melarikan
diri.
BAB
III
HASIL
DAN PEMBAHASAN
3.
1 Hasil
Tabel tally
sheet pengamatan satwaliar
Hari/tanggal :
Kamis, 03 November 2016
Mulai pukul :
06.30 WIB s/d selesai
Spesies satwa :
monyet ekor panjang (Macaca fascicularis)
yang masih tergolong anakan/remaja
|
No
|
Interval waktu
pengamatan (5 menit)
|
Perilaku
harian
|
Perilaku
agonistik
|
Perilaku
menghindar
|
|
1
|
06.30-06.35
|
Bergerak di pohon
|
|
|
|
2
|
06.36-06.40
|
Bergerak di pohon
|
|
|
|
3
|
06.41-06.45
|
|
Melarikan diri
|
|
|
4
|
06.46-06.50
|
Berpindah pohon
|
|
|
|
5
|
06.51-06.55
|
Bergerak di pohon
|
|
|
|
6
|
06.56-07.00
|
Bergelantungan di pohon
|
|
|
|
7
|
07.01-07.05
|
Bergerak di pohon
|
|
|
|
8
|
07.06-07.10
|
Makan di pohon
|
|
|
|
9
|
07.11-07.15
|
Bergerak di pohon
|
|
|
|
10
|
07.16-07.20
|
Berpindah pohon
|
|
|
|
11
|
07.21-07.25
|
Bergerak di pohon
|
|
|
|
12
|
07.26-07.30
|
|
Melarikan diri
|
|
|
13
|
07.31-07.35
|
Bergerak di pohon
|
|
|
|
14
|
07.36-07.40
|
Berpindah pohon
|
|
|
|
15
|
07.41-07.45
|
Tidak
terdeteksi keberadaannya
|
||
3.2
Pembahasan
Perilaku satwa diartikan sebagai apa yang dilakukan oleh
seekor satwa dan bagaimana satwa tersebut melakukannya. Perilaku meliputi aktivitas yang
dapat diamati, baik yang berkenaan
dengan gerak ataupun tidak, seperti penyimpanan
memori dalam otak hewan. Beberapa perilaku yang dapat dilihat oleh hewan adalah
perilaku harian, perilaku agonistik, serta perilaku menghindar.
Pada pengamatan yang telah dilakukan selama kurang lebih
1 jam dengan interval waktu 5 menit, dimana praktikum ini dilaksanakan pada
pagi hari karena monyet ekor panjang merupakan salah satu satwa yang beraktivitas
pada pagi dan sore hari (diurnal). Adapun
monyet ekor panjang yang diamati oleh pengamat adalah monyet ekor panjang
anakan/ remaja yang diperkirakan berjenis kelamin jantan. Hal ini dilihat dari
ukuran tubuh monyet yang lebih kecil dibanding monyet lainnya dan cara berjalan
monyet tersebut yang tegap dan lebih menunjukkan cara berjalan monyet jantan.
Perilaku harian yang teramati, diketahui
bahwa monyet ekor panjang memiliki aktivitas harian terbanyak adalah bergerak pada
pagi hari saat pengamatan dilakukan. Perilaku monyet ekor panjang yang sedang
bergerak ditandai dengan monyet yang
bergerak di pohon tersebut dengan memegang ranting-ranting pohon disekitar nya.
Selain bergerak, monyet ekor panjang remaja tersebut terlihat makan selama 5
menit. Perilaku makan monyet ekor
panjang ini pun dilakukan di atas pohon. Selain itu, juga terlihat monyet ekor
panjang bergelantungan di pohon tersebut. Ekornya yang panjang hingga melebihi
panjang tubuhnya, dimanfaatkan Macaca fascicularis sebagai alat
keseimbangan serta mendukung aktivitas nya seperti bergelantung dan bergerak
didahan pohon yang tinggi. Hal ini ditandai dengan monyet ekor
panjang yang diamati menggunakan tangannya untuk bertumpu pada pohon tanpa
terjatuh. Saat monyet menyadari adanya pengamat, monyet cenderung melarikan
diri dari pengamat, hal ini terlihat dari monyet yang melihat kearah pengamat
kemudian berpindah pohon. Perilaku ini dapat digolongkan pada perilaku
agonistic karena monyet merasa terancam karena adanya pengamat.
Adapun perilaku menghindar tidak ditemukan, seperti
perilaku altruistik pada monyet. Hal ini kemungkinan dikarenakan monyet yang
diamati adalah monyet ekor panjang yang masih anakan, maka perilaku untuk
melindungi anggota yang lain belum terlihat (altruistik).
BAB
IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Perilaku satwa dapat
diartikan respon satwa terhadap rangsangan. Perilaku satwa sangat beragam,
mulai dari perilaku harian, perilaku agonistik, maupun perilaku menghindar. Salah satu satwa yang paling banyak
dan dapat diamati perilaku nya adalah spesies monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Dan setelah
dilakukan pengamatan pada monyet ekor panjang, dapat disimpulkan kecenderungan perilaku
monyet tersebut termasuk perilakuharian seperti bergerak, berpindah tempat
serta makan. Sedangkan perilaku lainnya yang ditemukan adalah perilaku
agonistic yaitu melarikan diri saat merasa terancam atau terganggu dengan
kedatangan pengamat. Tidak ditemukan perilaku menghindar pada pengamatan
dikarenakan perilaku monyet yang tidak memiliki ciri sebagai perilaku
menghindar.
4.2 Saran
Saat melakukan
pengamatan, praktikan di harapkan agar tidak menggangu satwa yang sedang di
amati.
DAFTAR
PUSTAKA
Agrawal ,A. A. 2001. Ecology -
Phenotypic Plasticity in the Interactions and Evolution of Species.
Science, 294: 321-326.
Ignasius,
2016. Laporan Praktikum Ekologi Hewan
Respon Menghindar Pada Burung Terhadap Predator, (online), (https://www.academia.edu/8900739/LAPORAN_PRAKTIKUM_EKOLOGI_HEWAN_RESPON_MENGHINDAR_PADA_BURUNG_TERHADAP_PREDATOR,
di akses 8 November 2016)
Sudaryanto,
2012. Pengenalan perilaku hewan,
(online), (https://yusufpojokkampus.wordpress.com/materi/perilakuhewan/pengenalan-perilaku-hewan/,
di akses tanggal 8 November 2016)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar