Selasa, 15 Maret 2016

LAPORAN PRAKTIKUM MANAJEMEN SATWA LIAR DAN DINAMIKA POPULASI “Analisis Populasi Rusa Di Penangkaran Mendalo”



LAPORAN PRAKTIKUM MANAJEMEN SATWA LIAR DAN DINAMIKA POPULASI
“Analisis Populasi Rusa Di Penangkaran Mendalo”


Disusun Oleh :
RESSY RAHMAWATI (D1D013054)
KELAS B SEMESTER VI


Dosen Pengampu:
DRS. ASRIZAL PAIMAN, M.SI
NOVRIYANTI, S.HUT, M.SI
CORY WULAN, S.HUT, M.SI



logo unja fkip.jpg






JURUSAN KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016
Abstrak
Analisis Rusa Sambar di Penangkaran Mendalo bertujuan untuk mengetahui kondisi dan parameter populasi rusa sambar di penangkaran tersebut. Parameter populasi meliputi jumlah dan kepadatan populasi, nisbah kelamin, struktur umur, dan kondisi kesehatan rusa di penangkaran Mendalo. Pengamatan ini dilakukan dalam satu kali pengamatan. Dari pengamatan tersebut diketahui bahwa rusa di penangkaran tersebut dapat dikatakan dalam keadaan sehat serta dapat diketahui populasi rusa sambar yang sekarang berada di penangkaran adalah 10 ekor dengan perbandingan nisbah kelamin jantan dan betina adalah 8:2 serta perbandingan struktur umur dewasa dan remaja 9:1 sedangkan anakan rusa tidak ditemukan dipenangkaran.

                                                            BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Rusa sambar (Cervus unicolor ) adalah jenis rusa besar yang umum berhabitat di kawasan Asia. Daerah habitat asli rusa sambar adalah daerah yang berair, namun seiring dengan berkembangnya wilayah perkebunan kelapa sawit di habitat rusa sambar, ternyata rusa dapat bertahan dan terbukti mampu berkembang dengan baik.
 Satwa tersebut merupakan salah satu satwa yang dilindungi oleh pemerintah. Namun kini keberadaannya di alam mengalami penurunan dikarenakan berbagai tekanan di alam. Maka perlu dilakukan penangkaran pada rusa sambar. Habitat pada lokasi penangkaran berbeda dengan habitat alami. Berdasarkan ciri pada habitatnya, habitat di penangkaran terdapat terjadi peningkatan nutrisi, berkurangnya pemangsaan oleh predator alami atau musuh alami, berkurangnya patogen dan penyakit serta meningkatnya kontak dengan manusia. Dari hasil-hasil penelitian yang telah banyak dilakukan, diketahui bahwa rusa sambar mempunyai adaptasi yang tinggi dengan lingkungan yang baru sehingga mudah untuk ditangkarkan. Rusa termasuk satwa yang produktif karena dapat bereproduksi tiap tahunnya serta mempunyai tingkat produksi yang tinggi dengan persentase yang lebih tinggi dibandingkan satwa lain. Perkawinan antara rusa jantan dan betina dapat menghasilkan individu baru.
Populasi rusa berarti semua rusa  yang berada pada tempat atau habitat yang sama dalam suatu ekosistem, dimana yang dimaksud populasi adalah semua individu sejenis yang menempati suatu daerah tertantu. Suatu organisme disebut sejenis apabila memenuhi persyaratan yaitu menempati tempat atau habitat yang sama serta mempunyai persamaan morfologi, anatomi, dan fisiologi. Oleh sebab itu, maka perlu adanya pengamatan lebih lanjut terhadap populasi rusa yang berada di penangkaran. Hal ini dilakukakn untuk mengkaji kondisi dan parameter populasi rusa Sambar di penangkaran.


1.2 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dalam praktikum kali ini adalah :
·         Untuk mengetahui dan menganalisis nisbah kelamin populasi rusa sambar di dalam penangkaran Mendalo
·         Untuk mengetahui jumlah individu rusa sambar dalam populasi di penangkaran Mendalo
·         Untuk mengetahui dan menganalisis struktur umur rusa sambar di penangkaran Mendalo
·         Untuk menganalisis kondisi kesehatan rusa sambar di penangkaran Mendalo
·         Untuk mengetahui perbedaan karakteristik rusa sambar jantan dan betina di penangkaran Mendalo















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Karakteristik Rusa Sambar
Karakteristik rusa sambar yang menonjol adalah rusa yang ukuran badannya paling besar, bulunya kasar serta berwarna antara coklat hingga coklat kehitaman ataupun coklat kemerahan. Rusa juga mempunyai ranggah di atas kepala yang spesifik yang terdiri atas jaringan kartilago berbeda secara struktural dengan tanduk yang terdiri atas jaringan keratin.

2.2 Habitat Rusa Sambar
Rusa sambar adalah hewan asli dari Indonesia yang merupakan salah satu kekayaan sumberdaya alam hayati nusantara dan harus dilestarikan. Penyebaran rusa sambar di Indonesia di antaranya terdapat di pulau Kalimantan dan pulau Sumatera. Habitat sebaran rusa sambar ini terdapat di semua tipe habitat hutan Kalimantan. Habitat hutan sekunder merupakan habitat yang paling disukai oleh satwa ini untuk mencari makan. Rusa sambar merupakan satwa yang dilindungi oleh pemerintah. Hal ini di sebabkan oleh penurunan jumlah populasi rusa yang berada di habitat alami. Penurunan ini dikarenakan adanya tekanan maupun kerusakan di habitat alami rusa sambar.
Keberadaan rusa sambar sangat tergantung dengan kondisi habitatnya. Kerusakan habitat akan menghilangkan beberapa jenis tumbuhan yang dimanfaatkan rusa sebagai sumber pakan, serta menghilangkan susunan pohon sebagai tempat berlindung serta persembunyian dan ruang untuk perkembangbiakan. Rusaknya habitat tersebut juga akan mempengaruhi sebaran populasinya dikarena kan rusa sambar ini cenderung akan memilih habitat yang jauh dari keberadaan manusia. Pembukaan kawasan untuk perkebunan, pertanian dan pemukiman telah menjadikan membuat rusaknya habitat rusa sambar tersebut.
Oleh sebab itu, maka perlu adanya penangkaran terhadap rusa sambar untuk melestarikan rusa sambar tersebut. Rusa juga merupakan satwa yang sangat produktif karena dapat bereproduksi tiap tahun serta mempunyai tingkat produksi yang cukup besar dengan persentase yang lebih tinggi dibandingkan satwa lain. Perkawinan antara rusa jantan dan betina dapat menghasilkan individu baru yang berkembang itulah menjadi suatu populasi.
Penangkaran adalah habitat buatan yang di harapkan dapat melindungi dan menjaga populasi rusa sambar. Analisis pun penting dilakukan pada penangkaran rusa sambar untuk mengetahui kondisi dan parameter populasi rusa Sambar. Adapun parameter-parameter pengamatan yang sangat penting dilakukan pada analisis rusa sambar adalah sebagai berikut:

a.      Parameter  Populasi Dan Nisbah Kelamin
Parameter populasi dan nisbah kelamin merupakan salah satu parameter yang penting . hal ini dilakukan untuk mengetahui jumlah total individu yang berada dalam suatu populasi rusa sambar serta mengetahui jenis kelamin setiap individu untukdapat menganalisis kemungkinan terjadi perkawinan antar rusa tersebut. Kepadatan populasi sangat ditentukan oleh faktor – faktor kelahiran, kematian, emigrasi, dan imigrasi. Faktor – faktor ini disebabkan oleh adanya interaksi satwa dengan lingkungannya. Indentifikasi kelamin pada rusa jantan dan betina yang paling menyolok adalah  keberadaan tanduk pada rusa jantan.

b.      Struktur Umur
Parameter selanjutnya yang tak kalah penting adalah Struktur umur. Struktur umur  penting untuk menganalisis dinamika populasi dan untuk menilai keberhasilan perkembangbiakan rusa sambar. Parameter struktur umur ini dapat dilihat dari bentuk fisik rusa dan terbagi atas struktur umur anakan, umur remaja, serta umur dewasa.

c.       Analisis Kesehatan
Parameter ini difokuskan pada kondisi kesehatan rusa sambar yang berda di penangkaran. Hal ini dilakukan agar dapat mengetahui perbedaan kondisi rusa sambar yang sehat maupun yang sedang sakit yang dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor.




















BAB III
METODE PRAKTIKUM


3.1  Lokasi dan Waktu
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Februari 2016 pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai. Bertempat di penangkaran rusa sambar mendalo indah, jambi luar kota.

3.2 Bahan dan alat
Bahan  yang digunakan dalam  praktikum ini adalah rusa sambar (Cervus unicolor ). Sedangkan alat yang digunakan yaitu kamera digital dan alat tulis.

3.2  Jenis dan cara pengambilan data
Berdasarkan sumber, data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Dimana parameter data primer tersebut meliputi jumlah individu dalam  populasi, nisbah kelamin, struktur umur, dan kondisi kesehatan rusa. Sedangkan data sekunder yang diambil meliputi kondisi umum tempat penangkaran.  Adapun data yang dikumpulkan berdasarkan tipe penelitian adalah  data kuantitatif  (numerik) dan kualitatif (fenomena yang diamati). Cara pengambilan data yang dilakukan adalah sebagai berikut :
Observasi, Penghitungan jumlah Rusa sambar dilakukan dengan metode pengamatan berjalan. Penghitungan ini dilakukan dengan cara pengamat berjalan menghitung total individu Rusa ditambah dengan kegiatan pengamatan jenis kelamin, kondisi kesehatan, struktur umur serta habitatnya.
Wawancara, Dilakukan secara langsung dengan metode tanya-jawab dengan pihak pengelola penangkaran.
Dokumentasi, dilakukan secara langsung dengan pengambilan gambar rusa sambar serta lingkungan penangkaranya.

3.3  Analisis Data
Analisis data yang dilakukan meliputi kepadatan populasi,nisbah kelamin,struktur umur, serta kondisi kesehatan. Sebagai berikut:
Ukuran populasi, jumlah total populasi rusa sambar yang didapat dari jumlah rata-rata setiap kelompok, begitu juga dengan jumlah rusa jantan, rusa betina, rusa remaja, dan anakan rusa.
Kepadatan populasi, Kepadatan populasi merupakan hubungan antara jumlah individu dan satuan luas atau volume ruaang yang ditempati pada suatu waktu tertentu. Kepadatan populasi dapat dihitung dengan rumus :


Struktur umur, dapat di analisis dengan membanding jumlah individu yang berumur anakan, remaja, dan dewasa.
Nisbah kelamin, dapat di analisis dengan menghitung perbandingan jumlah jantan dan betina.
Kondisi kesehatan, dapat dianalisis dengan menghitung perbandingan rusa yang sakit dan yang sehat.
























BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Adapun hasil yang di dapat dari pengamatan rusa sambar ini adalah sebagai berikut :

Tabel 1-1 Rekapitulasi pengamatan populasi Rusa di Penangkaran Mendalo
Kelompok
Dewasa
Remaja/Muda
Anakan
Jumlah
Jantan
Betina
A1
8
1
1
-
10
A2
8
1
1
-
10
A3
8
1
1
-
10
A4
8
1
1
-
10
A5
8
1
1
-
10
A6
8
1
1
-
10
A7
8
1
1
-
10
B1
8
1
1
-
10
B2
8
1
1
-
10
B3
8
1
1
-
10
B4
8
1
1
-
10
B5
8
1
1
-
10
B6
8
1
1
-
10
B7
8
1
1
-
10
Total
8
1
1
-
10
Rataan
8
1
1
-
10

Keterangan :
Jumlah populasi ini merupakan jumlah rusa yang masih hidup dipenangkaran.
Tabel 1-2  Kondisi kesehatan/kecatatan rusa di Penangkaran Mendalo
Kelas umur
Kesehatan
Kecatatan
Dewasa
Jantan
Rata-rata individu jantan dewasa dalam keadaan sehat. Hal ini dapat dilihat dari ukuran tubuh  yang gemuk, pergerakan lincah, bulu yang mengkilat, nampaknya kecerahan darah dari bagian paha, warna bulu cokelat keabu-abuan , tanduk tumbuh normal, serta perilaku yang normal.
Salah satu rusa ada yang cacat yaitu kulitnya tergores. Selain itu,tidak ada rusa yang cacat. Hal ini dapat dilihat dari kondisi fisik rusa yang baik dan normal. Mulai dari ukuran tubuh, bentuk tubuh, bulu, maupun tanduk.
Betina
Individu betina dewasa dalam keadaan yang masih tergolong sehat dan sedang dalam masa kehamilan ± 5 bulan. Hal ini dapat dilihat dari ukuran tubuh yang baik namun tetap lebih kecil apabila dibanding kan dengan rusa jantan dewasa, pada pergerakan rusa agak lambat dari rusa lain kemungkinan karena sedang hamil, bulu mengkilat, tidak ada luka, nampaknya kecerahan darah dari bagian paha, warna bulu cokelat keabu-abuan , serta perilaku yang normal.
Tidak ada, hal ini dapat dilihat dari kondisi fisik rusa betina dewasa yang  baik dan normal. Mulai dari ukuran tubuh, bentuk tubuh,dan bulu.
Remaja/muda
Individu remaja betina masih dapat dikategorikan dalam keadaan sehat. Hal ini dapat dilihat dari ukuran tubuh yang gemuk namun tetap lebih kecil apabila dibanding kan dengan rusa betina dewasa, bulu mengkilat, pergerakan lincah, nampaknya kecerahan darah dari bagian paha, warna bulu cokelat keabu-abuan ,  tidak ada luka, serta perilaku yang normal.
Kecacatan dari fisik lahir tidak terlihat, namun betina remaja yang ada di penangkaran jalannya lambat dan agak tersengal-sengal dari yang lain kemungkinan karena di seruduk rusa jantan.
Anak
Tidak ditemukan anakan di penangkaran
Tidak ditemukan anakan di penangkaran.


1-3 Diagram Nisbah Kelamin


Keterangan diagram:
Data hasil analisis kelompok A1-B7 populasi rusa jantan dan betina nya berjumlah sama. Sehingga di dapat perbandingan nisbah kelamin jantan dan betina adalah 8:2.

1-4 Diagram Struktur umur


Keterangan diagram:
Data hasil rentang umur rusa yang ditemukan di penangkaran yaitu:
1.      Anak-anak berumur 0 bulan – 8 bulan ( pada penangkaran ini tidak ada)
2.      Remaja berumur 8 bulan- 5 tahun ( 1 ekor betina berumur 2 tahun)
3.      Dewasa lebih dari 5 tahun ( 8 jantan 1 betina)
4.2 Pembahasan

Jumlah populasi
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di penangkaran rusa Mendalo, Jumlah populasi rusa sambar yang diamati dengan memperhitungkan jumlah jantan dewasa, betina dewasa, remaja serta anakan. Dari hasil data analisis, total populasi yang diperoleh dari pengamatan yang telah dilakukan yaitu pada hari Sabtu, 13 Februari 2016 adalah 10 individu. Dari data pengamatan, di dapati bahwa jumlah rusa jantan dewasa merupakan yang terbanyak yaitu 8 ekor. Sedangkan rusa betina dewasa dan remaja betina yang ada di penangkaran masing-masing 1 ekor. Hal ini di sebabkan Pada saat bereproduksi rusa betina  kebanyakan menghasilkan rusa jantan. Dan jumlah individu yang mati sejak tahun 2000 sampai sekarang di perkirakan 10 ekor. Kematian pada rusa kebanyakan diakibatkan terkena tanduk pada saat masa-masa ingin kawin (berebut pasangan). Dan ada 3 ekor rusa yang lepas dari penangkaran. Sehingga dapat diperkirakan jumlah total rusa yang hanya 4 ekor rusa saat penangkaran mulai didirikan tahun 2000 sampai sekarang (2016) menjadi lebih dari 20 ekor. Hal ini juga menyiratkan tentang kecenderungan perkembangan rusa di penangkaran Mendalo ,yaitu terjadi peningkatan populasi dari 4 ekor menjadi 20 ekor dalam 16 tahun. Jumlah individu yang pertama, mati dan lepas dari penangkaran diketahui dari para pengelola rusa sambar.
Populasi rusa sambar di penangkaran Mendalo tersebut sangat tidak seimbang. Dimana jumlah rusa jantan lebih banyak dibanding rusa betina sehingga akan menyebabkan persaingan dalam mendapatkan pasangan. Salah satu rusa betina ada yang sedang hamil kurang lebih 5 bulan di penangkaran, memiliki ciri kehamilan yang di tandai dengan bulu mengkilat dan terdapat garis merah (aliran darah segar) dari ujung ekor menuju perut. Angka kelahiran dari hasil wawancara oleh pengelola, diketahui bahwa kelahiran terjadi tiap tahun dan tidak teratur musim kawinnya.

Kepadatan Populasi
Kepadatan populasi rusa sambar dapat diperoleh dengan cara menghitung total jumlah individu tehadap luasan penangkaran. Data jumlah individu yaitu 10 ekor. Begitu pula dengan luasan tempat penangkaran yaitu seluas 1 hektar. Dari data tersebut, dapat dianalisis kepadatan populasi nya. Dengan perhitungan sebagai berikut :


 = 10 Individu/ha

 
 



 Maka diperoleh hasil kepadatan populasi rusa sambar yaitu sebesar 10 individu/ha. Kepadatan populasi ini juga dipengaruhi oleh produktivitas pakan yang di dapat tiap rusa yang ada di penangkaran serta berhubungan dengan nutrisi yang di dapat dari pakan itu sendiri serta kapasitas atau daya dukung tempat penangkaran. Dalam analisis ini, dapat dilihat bahwa kepadatan populasi rusa sambar dipenangkaran masih di bawah ambang batas serta daya dukung penangkaran masih sangat luas untuk populasi rusa tersebut. Dapat dilihat saat observasi ke penangkaran, rusa-rusa sambar tersebut dapat leluasa beraktivitas karena daya dukung penangkaran yang masih cukup untuk menampung 10 ekor pada luasan 1 hektar.

Struktur umur
Dari hasil data dan grafik menunjukkan struktur umur dengan rentang umur 0-5 tahun, diketahui rusa sambar yang telah dikatakan dewasa berumur lebih atau di atas 5 tahun, untuk kategori remaja berumur 8 bulan sampai 5 tahun, dan anakan rusa berumur 0 sampai 8 bulan. Dari hasil pengamatan di penangkaran, diketahui bahwa terdapat 8 rusa jantan dewasa, 1 rusa betina dewasa,1 rusa remaja betina,namun tidak ditemukan rusa yang masih anakan. Sehingga perbandingan struktur umur pada populasi rusa sambar dari rusa dewasa serta remaja adalah 9:1. Dan adapun perilaku atau fisik yang mencirikan umur rusa dari pengamatan dan wawancara dari pengelola dimana rusa anakan memiliki perilaku yaitu selalu mengikuti induk, mulai berjalan dan mencari makan, berbulu cokelat-merah keputihan serta berukuran ½ dari ukuran rusa dewasa. Pada remaja mulai tumbuh tanduk, pada betina sudah siap untuk kawin mulai umur 1 tahun lebih, sedangkan yang jantan sudah siap kawin sejak umur 2 tahun serta ukuran badan ¾ dari rusa dewasa. Dan pada dewasa Betina mulai mendekati jantan serta tanduk putih mulai tumbuh kuat pada jantan.

Nisbah Kelamin
Dari hasil pengamatan yang dilakukan, diketahui bahwa terdapat 8 rusa berkelamin jantan dan 2 rusa berkelamin betina. Pada dasarnya, rusa sambar umur 1 tahun terlihat seperti rusa betina semua dan berumur lebih dari 1 tahun mulai tumbuh  ranggah hitam pada jantan, sedangkan betina tidak.Sehingga di dapat perbandingan anatar rusa jantan dan betina adalah 8:2. Hal ini sesuai dengan pendapat bahwa Nisbah kelamin atau seks ratio merupakan perbandingan jumlah jantan dan betina dalam suatu populasi (Alikodra 1990). Dari perbandingan nisbah tersebut di dapat bahwa satu ekor betina dewasa rusa sambar akan dikawini oleh 4 ekor jantan dewasa. Hal ini sangat tidak seimbang jumlahnya, karena jumlah rusa jantan lebih banyak dibandingkan dengan rusa betina. Hal ini dapat mengakibatkan persaingan untuk melakukan perkawinana serta stres pada rusa betina. Dampak dari nisbah kelamin yang kurang ideal dapat menyebabkan menurunnya kulaitas individu dari rusa sambar.


Kondisi Kesehatan
Dari hasil pengamatan yang dilakukan, rata-rata kesehatan rusa sambar di penangkaran dalam kondisi sehat. Dari data yang dikumpulkan, hanya ada satu rusa jantan dewasa yang tergores kulitnya sehingga menyebabkan kecacatan namun tidak parah. Sedangkan pada betina remaja cara berjalanya agak lambat dan tersengal kemungkinan di tanduk oleh rusa jantan namun  masih bisa dikatakan dalam sehat. Parameter yang menunjukkan rusa-rusa tersebut dalam kondisi sehat pada saat pengamtan dapat dilihat dari ukuran tubuh  yang gemuk, pergerakan lincah, bulu yang mengkilat, arah dan tanduk yang normal (khusus jantan),tulang iga yang tidak terlihat atau menonjol, nampaknya kecerahan darah dari bagian paha, warna bulu cokelat keabu-abuan , serta perilaku yang normal.

Perilaku Keseharian Rusa Di Penangkaran
Dari hasil pengamatan dan wawancara, diketahui perilaku keseharian rusa muali beraktifitas pagi hari sampi tengah malam mencari makan maupun diberi makan (pemberian pakan 3 x 1 hari), kemudian sekitar jam 2 bangun dan beraktivitas (perilaku ini merupakan perilaku alami rusa), sedangkan betina yang hamil, jam 11 malam tidur dan bangun jam 5 pagi hari. Adapun perilaku rusa sambar ketika terluka yaitu jantan melakukan penyembuhan dengan berkubang dan betina melakukan penyembuhan dengan berendam serta penyakit yang pernah terjadi selama ditangkarkan yaitu salah makan, kembung di akibatkan mengkonsumsi daun nanas, dan radang tenggorokan.













BAB V
KESIMPULAN

5.1 Kesimpulan
Analisis populasi rusa di penangkaran Mendalo mempunyai beberapa acuan parameter penting dalam melakukan pengamatan rusa sambar di antaranya adalah jumlah individu dalam populasi, nisbah kelamin,struktur umur, serta kondisi kesehatan. Dari hasil pengamatan diketahui penangkaran rusa yang didirikan tahun 2000 mengalami peningkatan laju pertumbuhan jumlah individu, hal ini dilihat dari total jumlah individu rusa yang pernah ditangkarkan dari 4 ekor menjadi lebih dari 20 ekor yang dihitung dari tahun 2000 sampai sekarang dan kepadatan populasi rusa mencapai 10 individu perhektar. Sedangkan perbandingan nisbah kelamin rusa jantan dan betina adalah 8:2. Perbandingan nisbah kelamin yang tidak seimbang ini menyebabkan persaingan dalam perkawinan serta menjadikan individu rusa jantan mendominasi. Struktur umur pada rusa dewasa dan remaja adalah 9:1 dengan rentang umur untuk dewasa lebih dari 5 tahun dan remaja 8 bulan – 5 tahun dan untuk anakan tidak ditemukan dipenangkaran Mendalo. Sedangkan untuk kondisi kesehatan rusa sambar rata-rata dalam kondisi sehat. Hanya ada satu rusa jantan yang tergores di bagian kulit dan rusa remaja yang agak tersengal jalannya. Kondisi kesehatan dapat dilihat dari ukuran tubuh  yang gemuk, pergerakan lincah, bulu yang mengkilat, arah dan tanduk yang normal (khusus jantan),tulang iga yang tidak terlihat atau menonjol, nampaknya kecerahan darah dari bagian paha, warna bulu cokelat keabu-abuan , serta perilaku yang normal.

5.2 Saran
Perlu adanya penambahan individu rusa betina agar perbandingan nisbah kelamin menjadi seimbang serta penambahan anakan rusa untuk menambah keanekaragaman struktur umur rusa di penangkaran.










DAFTAR PUSTAKA


Alikodra HS. 1990. Pengelolaan Satwaliar Jilid 1. Bogor: Yayasan Penerbit Fakultas Kehutanan.
Antaranews, Kehidupan Rusa Sambar di Desa Api-Api Kamis, 10 April 2008 17:35 WIB | Warta Bumi, 2008.
Kuspriyadi, 2002. Penangkaran rusa dan tata cara perijinannya, Makalah Seminar dan Lokalatih Rusa, Yogyakarta.
Semiadi, G. 1998. Budidaya rusa tropika sebagai hewan ternak. Masyarakat Zoologi Indonesia. Jakarta.
Semiadi, G. 2002. Pengenalan biologi rusa: kunci dalam pemanfaatan rusa. Seminar Prospek Penangkaran Rusa di Indonesia. Yogyakarta.
Alikodra Hadi S. 2002. Pengelolaan Satwaliar Jilid 1. Yayasan Penerbit Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.


























20160213_134726.jpg20160213_131906.jpgLAMPIRAN
Lampiran Foto (Dokumentasi)


















Dokumentasi   : Ressy Rahmawati
Keterangan      : Rusa jantan dilihat dari luar penangkaran, ceranggah pada rusa telah lepas dan berganti dengan ranggah yang baru

 

Dokumentasi   : Ressy Rahmawati
Keterangan      : kawat pembatas yang berlubang sehingga pernah ada rusa yang lepas
 



FB_IMG_1455804672196.jpg
FB_IMG_1455804573398.jpg


Dokumentasi   : Lasti Pasaribu
Keterangan      :feses rusa yang sehat berbentuk seperti butiran-butiran

 

Dokumentasi   : Moh. Rasyid Erarasie
Keterangan      :rusa jantan sedang menjilati badannya


 



FB_IMG_1455804726682.jpg
FB_IMG_1455804752737.jpg



Dokumentasi   : Moh. Rasyid Erarasie
Keterangan      :rusa jantan yang memiliki ranggah

 

Dokumentasi   : Moh. Rasyid Erarasie
Keterangan      : Populasi rusa yang berada di penangkran

 
 

























Rangkuman  Hasil Wawancara Dan Observasi Dari Semua Kelompok
Pengelola penangkaran :
·         Pak Suparman
·         Pak Supardi

Penangkaran rusa samba didirikan pada tahun  2000, pertama kali adalah rusa sepasang, namun menurut pak suparman ada 4 ekor (3 jantan 1 betina). Kemudia lahir pada tahun 2002, 1 rusa betina dan lahir lagi 1 rusa jantan. Setelah pengiriman pertama, tidak dilakukan lagi pengiriman. Luas lahan penangkaran 1 hektar.
Perilaku yang telah diamati saat di penangkaran :
-          Menggaruk kepala menggunakan kaki belakang
-          Rusa betina muda (remaja) terlihat berjalan dengan lambat
Menurut pak Suparman pada wawancara:
  • Rusa sambar umur 1 tahun terlihat seperti betina semua
  • Satelah 1 tahun mulai tumbuh  tanduk hitam pada jantan, betina tidak ada
  • Buang air kecil, menurut pak Supraman, rusa betina buang air agak jongkok layaknya perempuan, saat sudah 1 tahun.
  • Pada penangkaran, saat ini terdapat 2 ekor rusa betina
·         Tanduk lepas setahun sekali (setelah 2 minggu tumbuh kembali)
·         Tanduk hitam tumbuh setelah 4 bulan
·         tanduk terkelupas terlihat berwarna putih dan runcing
Perumpamaan perilaku kawin rusa menurut pak Supardi :
Oktober melahirkan sebulan kemudian betina mulai birahi, setelah hamil, jantan lain akan langsung tau hanya dengan aroma urinnya sehingga tikda mau mengganggu betina yang sedang hamil, Masa kehamilan yaitu 10 bulan.
sebulan sekali dokter hewan
a.       Kematian:
Menurut pak Supardi yaitu  pejantan kecil kalah dengan pejantan besar sehingga terjadi luka. Karena kalah, sering diganggu lagi oleh yang dewasa mengakibatkan tidak dapat pakan. Dalam kurun waktu 1999-2016 pada masa pengelolaan jumlah kematian rusa tidak di hitung secara seksama namun berdasarkan wawancara kepada pengurus mengatakan kematian rusa kurang lebih 10 ekor.
b.      Kelahiran:
·         Kelahiran tidak ada gangguan (lancar)
·         Menurut pak Supardi terjadi kelahiran setiap setahun sekali
·         Betina paling besar berumur 5 sampai 7 tahun
·         tahun belakangan belum siap untuk hamil, pada tahun ini dia hamil
Menurut pak Supardi penggolongan umur pada tiap individu memiliki ciri perilaku sebagai berikut:
1.      0-8 bulan anak-anak:
·      ikut induk
·      mulai berjalan dan mencari makan
·      bulu cokelat - merah keputihan
2.      8 bulan-5 tahun remaja
·         Tanduk mulai tumbuh
·         Betina sudah siap untuk kawin mulai umur 1 tahun lebih
·         Jantan sudah siap kawin sejak umur 2 tahun
·         Bulu cokelat terlihat agak jarang
3.      5 tahun keatas dewasa
·         Betina mulai mendekati jantan
·         Tanduk putih mulai tumbuh kuat pada jantan
Perilaku rusa sambar ketika terluka:
ü  jantan melakukan penyembuhan dengan berkubang
ü  betina melakukan penyembuhan dengan berendam
Penyakit yang pernah terjadi selama ditangkarkan :
ü  Salah makan
ü  Kembung (akibat mengkonsumsi daun nanas)
ü  Radang tenggorokan.
Penyakit Pada rusa  betina :
1.      Cacingan, ciri-cirinya sedikit makan, kenyang
2.      Kotorannya cair/encer
3.      menjadi kurus
4.      Perut buncit
5.      Pernah menjadi faktor kematian, rusa yang mati ditemukan sekumpulan cacing berwarna kemerahan pada isi perutnya.
6.      Perilaku rusa yang sakit terlihat menyendiri dari kawanan dan sering diganggu oleh pejantan kuat
Perilaku keseharian
a.       Jam 9 bangun
b.      Mulai beraktivitas
c.       Jam 9 diberi pakan daun dan rerumputan (makan 3 kali sehari) / ±50 kilo
d.      Jam 5 diberi pakan/ ±50 kilo
e.       Jam 11 malam diberi pakan/ ±50 kilo
f.       Jam 1 tidur
g.      Jam 2 malam bangun den beraktivitas sampai jam 3 (perilaku alamiah  pada malam hari masih ada)
h.      betina / hamil, jam 11 malam tidur dan bangun jam 5 pagi hari.

1 komentar:

  1. Casino de Monte-Carlo Resort: Your guide to casino & resort
    Casino de Monte-Carlo Resort: Your 통영 출장안마 guide to casino & resort 서울특별 출장마사지 life 김해 출장마사지 A 오산 출장샵 fun casino in the heart of Monte-Carlo, a city close to 보령 출장마사지 the

    BalasHapus