LAPORAN PRAKTIKUM MANAJEMEN SATWA LIAR DAN DINAMIKA
POPULASI
“Analisis Populasi Rusa Di Penangkaran Mendalo”
Disusun Oleh :
RESSY
RAHMAWATI (D1D013054)
KELAS
B SEMESTER VI
Dosen Pengampu:
DRS.
ASRIZAL PAIMAN, M.SI
NOVRIYANTI,
S.HUT, M.SI
CORY
WULAN, S.HUT, M.SI

JURUSAN KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016
Abstrak
Analisis Rusa Sambar di
Penangkaran Mendalo bertujuan untuk mengetahui kondisi dan parameter populasi
rusa sambar di penangkaran tersebut. Parameter populasi meliputi jumlah dan
kepadatan populasi, nisbah kelamin, struktur umur, dan kondisi kesehatan rusa
di penangkaran Mendalo. Pengamatan ini dilakukan dalam satu kali pengamatan.
Dari pengamatan tersebut diketahui bahwa rusa di penangkaran tersebut dapat dikatakan
dalam keadaan sehat serta dapat diketahui populasi rusa sambar yang sekarang
berada di penangkaran adalah 10 ekor dengan perbandingan nisbah kelamin jantan
dan betina adalah 8:2 serta perbandingan struktur umur dewasa dan remaja 9:1
sedangkan anakan rusa tidak ditemukan dipenangkaran.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Rusa sambar (Cervus unicolor ) adalah
jenis rusa besar yang umum berhabitat di kawasan Asia. Daerah habitat asli rusa
sambar adalah daerah yang berair, namun seiring dengan berkembangnya wilayah
perkebunan kelapa sawit di habitat rusa sambar, ternyata rusa dapat bertahan
dan terbukti mampu berkembang dengan baik.
Satwa tersebut merupakan salah satu satwa yang
dilindungi oleh pemerintah. Namun kini keberadaannya di alam mengalami
penurunan dikarenakan berbagai tekanan di alam. Maka perlu dilakukan
penangkaran pada rusa sambar. Habitat pada lokasi penangkaran berbeda dengan
habitat alami. Berdasarkan ciri pada habitatnya, habitat di penangkaran
terdapat terjadi peningkatan nutrisi, berkurangnya pemangsaan oleh predator
alami atau musuh alami, berkurangnya patogen dan penyakit serta meningkatnya
kontak dengan manusia. Dari hasil-hasil penelitian yang telah banyak dilakukan,
diketahui bahwa rusa sambar mempunyai adaptasi yang tinggi dengan lingkungan
yang baru sehingga mudah untuk ditangkarkan. Rusa termasuk satwa yang produktif
karena dapat bereproduksi tiap tahunnya serta mempunyai tingkat produksi yang
tinggi dengan persentase yang lebih tinggi dibandingkan satwa lain. Perkawinan
antara rusa jantan dan betina dapat menghasilkan individu baru.
Populasi rusa berarti semua
rusa yang berada pada tempat atau
habitat yang sama dalam suatu ekosistem, dimana yang dimaksud populasi adalah
semua individu sejenis yang menempati suatu daerah tertantu. Suatu organisme
disebut sejenis apabila memenuhi persyaratan yaitu menempati tempat atau habitat yang sama serta mempunyai persamaan morfologi, anatomi, dan fisiologi. Oleh
sebab itu, maka perlu adanya pengamatan lebih lanjut terhadap populasi rusa
yang berada di penangkaran. Hal ini dilakukakn untuk mengkaji kondisi
dan parameter populasi rusa Sambar di penangkaran.
1.2 Tujuan Praktikum
Adapun
tujuan dalam praktikum kali ini adalah :
·
Untuk mengetahui dan menganalisis nisbah kelamin
populasi rusa sambar di dalam penangkaran Mendalo
·
Untuk mengetahui jumlah individu rusa sambar dalam
populasi di penangkaran Mendalo
·
Untuk mengetahui dan menganalisis struktur umur rusa
sambar di penangkaran Mendalo
·
Untuk menganalisis kondisi kesehatan rusa sambar di
penangkaran Mendalo
·
Untuk mengetahui perbedaan karakteristik rusa sambar
jantan dan betina di penangkaran Mendalo
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Karakteristik
Rusa Sambar
Karakteristik rusa sambar yang
menonjol adalah rusa yang ukuran badannya paling besar, bulunya kasar serta berwarna
antara coklat hingga coklat kehitaman ataupun coklat kemerahan. Rusa juga
mempunyai ranggah di atas kepala yang spesifik yang terdiri atas jaringan
kartilago berbeda secara struktural dengan tanduk yang terdiri atas jaringan
keratin.
2.2 Habitat Rusa Sambar
Rusa sambar adalah hewan asli dari Indonesia yang merupakan salah satu
kekayaan sumberdaya alam hayati nusantara dan harus dilestarikan. Penyebaran
rusa sambar di Indonesia di antaranya terdapat di pulau Kalimantan dan pulau
Sumatera. Habitat sebaran rusa sambar ini terdapat di semua tipe habitat hutan
Kalimantan. Habitat hutan sekunder merupakan habitat yang paling disukai oleh
satwa ini untuk mencari makan. Rusa sambar merupakan satwa yang dilindungi oleh
pemerintah. Hal ini di sebabkan oleh penurunan jumlah populasi rusa yang berada
di habitat alami. Penurunan ini dikarenakan adanya tekanan maupun kerusakan di
habitat alami rusa sambar.
Keberadaan rusa sambar sangat
tergantung dengan kondisi habitatnya. Kerusakan habitat akan menghilangkan
beberapa jenis tumbuhan yang dimanfaatkan rusa sebagai sumber pakan, serta menghilangkan
susunan pohon sebagai tempat berlindung serta persembunyian dan ruang untuk
perkembangbiakan. Rusaknya habitat tersebut juga akan mempengaruhi sebaran
populasinya dikarena kan rusa sambar ini cenderung akan memilih habitat yang
jauh dari keberadaan manusia. Pembukaan kawasan untuk perkebunan, pertanian dan
pemukiman telah menjadikan membuat rusaknya habitat rusa sambar tersebut.
Oleh sebab itu, maka
perlu adanya penangkaran terhadap rusa sambar untuk melestarikan rusa sambar
tersebut. Rusa juga merupakan satwa yang sangat produktif karena dapat bereproduksi
tiap tahun serta mempunyai tingkat produksi yang cukup besar dengan persentase
yang lebih tinggi dibandingkan satwa lain. Perkawinan antara rusa jantan dan
betina dapat menghasilkan individu baru yang berkembang itulah menjadi suatu
populasi.
Penangkaran adalah
habitat buatan yang di harapkan dapat melindungi dan menjaga populasi rusa
sambar. Analisis pun penting dilakukan pada penangkaran rusa sambar untuk
mengetahui kondisi dan parameter populasi rusa Sambar. Adapun parameter-parameter pengamatan yang sangat
penting dilakukan pada analisis rusa sambar adalah sebagai berikut:
a.
Parameter Populasi
Dan Nisbah Kelamin
Parameter populasi dan nisbah kelamin merupakan salah satu parameter yang
penting . hal ini dilakukan untuk mengetahui jumlah total individu yang berada
dalam suatu populasi rusa sambar serta mengetahui jenis kelamin setiap individu
untukdapat menganalisis kemungkinan terjadi perkawinan antar rusa tersebut.
Kepadatan populasi sangat ditentukan oleh faktor – faktor kelahiran, kematian,
emigrasi, dan imigrasi. Faktor – faktor ini disebabkan oleh adanya interaksi
satwa dengan lingkungannya.
Indentifikasi kelamin pada rusa jantan dan betina yang paling menyolok adalah keberadaan tanduk pada rusa jantan.
b.
Struktur Umur
Parameter selanjutnya yang tak kalah penting adalah Struktur
umur. Struktur umur penting untuk
menganalisis dinamika populasi dan untuk menilai keberhasilan perkembangbiakan
rusa sambar. Parameter struktur umur ini dapat dilihat dari bentuk fisik rusa
dan terbagi atas struktur umur anakan, umur remaja, serta umur dewasa.
c. Analisis Kesehatan
Parameter ini difokuskan
pada kondisi kesehatan rusa sambar yang berda di penangkaran. Hal ini dilakukan
agar dapat mengetahui perbedaan kondisi rusa sambar yang sehat maupun yang
sedang sakit yang dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor.
BAB
III
METODE
PRAKTIKUM
3.1 Lokasi dan Waktu
Praktikum ini
dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Februari 2016 pukul 13.00 WIB sampai dengan
selesai. Bertempat di penangkaran rusa sambar mendalo indah, jambi luar kota.
3.2
Bahan dan alat
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah rusa sambar (Cervus unicolor
). Sedangkan alat yang digunakan yaitu kamera digital
dan alat tulis.
3.2 Jenis dan
cara pengambilan data
Berdasarkan sumber, data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder.
Dimana parameter data primer tersebut meliputi jumlah individu
dalam populasi, nisbah kelamin, struktur
umur, dan kondisi kesehatan rusa. Sedangkan data sekunder yang diambil meliputi
kondisi umum tempat penangkaran. Adapun data yang dikumpulkan
berdasarkan tipe penelitian adalah data
kuantitatif (numerik) dan kualitatif
(fenomena yang diamati). Cara pengambilan data yang dilakukan adalah sebagai
berikut :
Observasi,
Penghitungan jumlah Rusa sambar dilakukan dengan metode pengamatan berjalan.
Penghitungan ini dilakukan dengan cara pengamat berjalan menghitung total
individu Rusa ditambah dengan kegiatan pengamatan jenis kelamin, kondisi
kesehatan, struktur umur serta habitatnya.
Wawancara, Dilakukan secara langsung dengan metode tanya-jawab dengan pihak
pengelola penangkaran.
Dokumentasi, dilakukan secara langsung dengan pengambilan gambar rusa sambar serta
lingkungan penangkaranya.
3.3 Analisis Data
Analisis data yang dilakukan meliputi kepadatan populasi,nisbah kelamin,struktur
umur, serta kondisi kesehatan. Sebagai berikut:
Ukuran populasi, jumlah total populasi rusa sambar yang didapat dari jumlah rata-rata setiap
kelompok, begitu juga dengan jumlah rusa jantan, rusa betina, rusa remaja, dan
anakan rusa.
Kepadatan populasi, Kepadatan
populasi merupakan hubungan antara jumlah individu dan satuan luas atau volume ruaang yang
ditempati pada suatu waktu tertentu.
Kepadatan populasi dapat dihitung dengan rumus :
Struktur umur, dapat di analisis dengan membanding jumlah individu yang berumur anakan,
remaja, dan dewasa.
Nisbah kelamin, dapat di analisis dengan menghitung perbandingan jumlah jantan dan betina.
Kondisi kesehatan, dapat dianalisis dengan menghitung perbandingan rusa yang sakit dan yang
sehat.
BAB IV
HASIL DAN
PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Adapun hasil yang di dapat dari pengamatan rusa sambar
ini adalah sebagai berikut :
Tabel 1-1 Rekapitulasi
pengamatan populasi Rusa di Penangkaran Mendalo
Kelompok
|
Dewasa
|
Remaja/Muda
|
Anakan
|
Jumlah
|
|
Jantan
|
Betina
|
||||
A1
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
A2
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
A3
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
A4
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
A5
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
A6
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
A7
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
B1
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
B2
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
B3
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
B4
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
B5
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
B6
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
B7
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
Total
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
Rataan
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
Keterangan
:
Jumlah
populasi ini merupakan jumlah rusa yang masih hidup dipenangkaran.
Kelas
umur
|
Kesehatan
|
Kecatatan
|
|
Dewasa
|
Jantan
|
Rata-rata
individu jantan dewasa dalam keadaan sehat. Hal ini dapat dilihat dari ukuran
tubuh yang gemuk, pergerakan lincah,
bulu yang mengkilat, nampaknya kecerahan darah dari bagian paha, warna bulu
cokelat keabu-abuan , tanduk tumbuh normal, serta perilaku yang normal.
|
Salah
satu rusa ada yang cacat yaitu kulitnya tergores. Selain itu,tidak ada rusa
yang cacat. Hal ini dapat dilihat dari kondisi fisik rusa yang baik dan
normal. Mulai dari ukuran tubuh, bentuk tubuh, bulu, maupun tanduk.
|
Betina
|
Individu
betina dewasa dalam keadaan yang masih tergolong sehat dan sedang dalam masa
kehamilan ± 5 bulan. Hal ini dapat dilihat dari ukuran tubuh yang baik namun
tetap lebih kecil apabila dibanding kan dengan rusa jantan dewasa, pada
pergerakan rusa agak lambat dari rusa lain kemungkinan karena sedang hamil,
bulu mengkilat, tidak ada luka, nampaknya kecerahan darah dari bagian paha,
warna bulu cokelat keabu-abuan , serta perilaku yang normal.
|
Tidak
ada, hal ini dapat dilihat dari kondisi fisik rusa betina dewasa yang baik dan normal. Mulai dari ukuran tubuh,
bentuk tubuh,dan bulu.
|
|
Remaja/muda
|
Individu
remaja betina masih dapat dikategorikan dalam keadaan sehat. Hal ini dapat
dilihat dari ukuran tubuh yang gemuk namun tetap lebih kecil apabila
dibanding kan dengan rusa betina dewasa, bulu mengkilat, pergerakan lincah,
nampaknya kecerahan darah dari bagian paha, warna bulu cokelat keabu-abuan
, tidak ada luka, serta perilaku yang
normal.
|
Kecacatan
dari fisik lahir tidak terlihat, namun betina remaja yang ada di penangkaran
jalannya lambat dan agak tersengal-sengal dari yang lain kemungkinan karena
di seruduk rusa jantan.
|
|
Anak
|
Tidak
ditemukan anakan di penangkaran
|
Tidak
ditemukan anakan di penangkaran.
|
|
1-3
Diagram Nisbah Kelamin

Keterangan diagram:
Data hasil analisis
kelompok A1-B7 populasi rusa jantan dan betina nya berjumlah sama. Sehingga di dapat
perbandingan nisbah kelamin jantan dan betina adalah 8:2.
1-4
Diagram Struktur umur

Keterangan diagram:
Data hasil rentang umur
rusa yang ditemukan di penangkaran yaitu:
1. Anak-anak
berumur 0 bulan – 8 bulan ( pada penangkaran ini tidak ada)
2. Remaja
berumur 8 bulan- 5 tahun ( 1 ekor betina berumur 2 tahun)
3. Dewasa
lebih dari 5 tahun ( 8 jantan 1 betina)
4.2
Pembahasan
Jumlah populasi
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di penangkaran rusa Mendalo,
Jumlah populasi rusa sambar yang diamati dengan memperhitungkan jumlah jantan
dewasa, betina dewasa, remaja serta anakan. Dari hasil data analisis, total
populasi yang diperoleh dari pengamatan yang telah dilakukan yaitu pada hari
Sabtu, 13 Februari 2016 adalah 10 individu. Dari data pengamatan, di dapati
bahwa jumlah rusa jantan dewasa merupakan yang terbanyak yaitu 8 ekor.
Sedangkan rusa betina dewasa dan remaja betina yang ada di penangkaran
masing-masing 1 ekor. Hal ini di sebabkan Pada saat bereproduksi rusa betina kebanyakan menghasilkan rusa jantan. Dan jumlah
individu yang mati sejak tahun 2000 sampai sekarang di perkirakan 10 ekor. Kematian
pada rusa kebanyakan diakibatkan terkena tanduk pada saat masa-masa ingin kawin
(berebut pasangan). Dan ada 3 ekor rusa yang lepas dari penangkaran. Sehingga
dapat diperkirakan jumlah total rusa yang hanya 4 ekor rusa saat penangkaran mulai
didirikan tahun 2000 sampai sekarang (2016) menjadi lebih dari 20 ekor. Hal ini juga
menyiratkan tentang kecenderungan perkembangan rusa di
penangkaran Mendalo ,yaitu terjadi peningkatan populasi dari 4 ekor menjadi 20
ekor dalam 16 tahun. Jumlah individu yang pertama, mati dan lepas dari
penangkaran diketahui dari para pengelola rusa sambar.
Populasi rusa sambar di
penangkaran Mendalo tersebut sangat tidak seimbang. Dimana jumlah rusa jantan
lebih banyak dibanding rusa betina sehingga akan menyebabkan persaingan dalam
mendapatkan pasangan. Salah satu rusa betina ada yang sedang hamil kurang lebih
5 bulan di penangkaran, memiliki ciri kehamilan yang di tandai dengan bulu
mengkilat dan terdapat garis merah (aliran darah segar) dari ujung ekor menuju
perut. Angka kelahiran dari hasil
wawancara oleh pengelola, diketahui bahwa kelahiran terjadi tiap tahun dan
tidak teratur musim kawinnya.
Kepadatan
Populasi
Kepadatan populasi rusa sambar dapat
diperoleh dengan cara menghitung total jumlah individu tehadap luasan
penangkaran. Data jumlah individu yaitu 10 ekor. Begitu pula dengan luasan
tempat penangkaran yaitu seluas 1 hektar. Dari data tersebut,
dapat dianalisis kepadatan populasi nya. Dengan perhitungan sebagai berikut :
|
|
Maka diperoleh hasil kepadatan populasi rusa sambar
yaitu sebesar 10 individu/ha. Kepadatan populasi ini juga dipengaruhi oleh
produktivitas pakan yang di dapat tiap rusa yang ada di penangkaran serta
berhubungan dengan nutrisi yang di dapat dari pakan itu sendiri serta kapasitas
atau daya dukung tempat penangkaran. Dalam analisis ini, dapat dilihat bahwa
kepadatan populasi rusa sambar dipenangkaran masih di bawah ambang batas serta
daya dukung penangkaran masih sangat luas untuk populasi rusa tersebut. Dapat dilihat
saat observasi ke penangkaran, rusa-rusa sambar tersebut dapat leluasa beraktivitas
karena daya dukung penangkaran yang masih cukup untuk menampung 10 ekor pada
luasan 1 hektar.
Struktur
umur
Dari hasil data dan grafik
menunjukkan struktur umur dengan rentang umur 0-5 tahun, diketahui rusa sambar
yang telah dikatakan dewasa berumur lebih atau di atas 5 tahun, untuk kategori
remaja berumur 8 bulan sampai 5 tahun, dan anakan rusa berumur 0 sampai 8
bulan. Dari hasil pengamatan di penangkaran, diketahui bahwa terdapat 8 rusa
jantan dewasa, 1 rusa betina dewasa,1 rusa remaja betina,namun tidak ditemukan
rusa yang masih anakan. Sehingga perbandingan struktur umur pada populasi rusa
sambar dari rusa dewasa serta remaja adalah 9:1. Dan adapun perilaku atau fisik
yang mencirikan umur rusa dari pengamatan dan wawancara dari pengelola dimana
rusa anakan memiliki perilaku yaitu selalu mengikuti induk,
mulai berjalan dan mencari makan, berbulu cokelat-merah keputihan serta
berukuran ½ dari ukuran rusa dewasa. Pada remaja mulai
tumbuh tanduk, pada betina sudah siap untuk kawin mulai umur 1 tahun lebih,
sedangkan yang jantan sudah siap kawin sejak umur 2 tahun serta ukuran badan ¾
dari rusa dewasa. Dan pada dewasa Betina mulai mendekati jantan serta tanduk
putih mulai tumbuh kuat pada jantan.
Nisbah
Kelamin
Dari hasil pengamatan
yang dilakukan, diketahui bahwa terdapat 8 rusa berkelamin jantan dan 2 rusa
berkelamin betina. Pada dasarnya, rusa sambar umur 1
tahun terlihat seperti rusa betina semua dan berumur lebih dari 1 tahun mulai
tumbuh ranggah hitam pada jantan,
sedangkan betina tidak.Sehingga di dapat perbandingan anatar rusa jantan dan
betina adalah 8:2. Hal ini sesuai dengan pendapat bahwa Nisbah kelamin atau
seks ratio merupakan perbandingan jumlah jantan dan betina dalam suatu populasi
(Alikodra 1990). Dari perbandingan nisbah tersebut di dapat bahwa satu ekor
betina dewasa rusa sambar akan dikawini oleh 4 ekor jantan dewasa. Hal ini
sangat tidak seimbang jumlahnya, karena jumlah rusa jantan lebih banyak
dibandingkan dengan rusa betina. Hal ini dapat mengakibatkan persaingan untuk melakukan
perkawinana serta stres pada rusa betina. Dampak dari nisbah kelamin yang
kurang ideal dapat menyebabkan menurunnya kulaitas individu dari rusa sambar.
Kondisi Kesehatan
Dari hasil pengamatan yang dilakukan, rata-rata kesehatan rusa sambar di penangkaran
dalam kondisi sehat. Dari data yang dikumpulkan, hanya ada satu rusa jantan
dewasa yang tergores kulitnya sehingga menyebabkan kecacatan namun tidak parah.
Sedangkan pada betina remaja cara berjalanya agak lambat dan tersengal
kemungkinan di tanduk oleh rusa jantan namun
masih bisa dikatakan dalam sehat. Parameter yang menunjukkan rusa-rusa
tersebut dalam kondisi sehat pada saat pengamtan dapat dilihat dari ukuran
tubuh yang gemuk, pergerakan lincah,
bulu yang mengkilat, arah dan tanduk yang normal (khusus jantan),tulang iga
yang tidak terlihat atau menonjol, nampaknya kecerahan darah dari bagian paha,
warna bulu cokelat keabu-abuan , serta perilaku yang normal.
Perilaku Keseharian Rusa Di Penangkaran
Dari hasil pengamatan dan wawancara, diketahui perilaku keseharian rusa
muali beraktifitas pagi hari sampi tengah malam mencari makan maupun diberi
makan (pemberian pakan 3 x 1 hari), kemudian sekitar jam 2 bangun dan
beraktivitas (perilaku ini merupakan perilaku alami rusa), sedangkan betina yang
hamil, jam 11 malam tidur dan bangun jam 5 pagi hari. Adapun perilaku rusa
sambar ketika terluka yaitu jantan melakukan penyembuhan dengan berkubang dan betina
melakukan penyembuhan dengan berendam serta penyakit yang pernah terjadi selama
ditangkarkan yaitu salah makan, kembung di akibatkan mengkonsumsi daun nanas,
dan radang tenggorokan.
BAB V
KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
Analisis populasi rusa
di penangkaran Mendalo mempunyai beberapa acuan parameter penting dalam melakukan
pengamatan rusa sambar di antaranya adalah jumlah individu dalam populasi,
nisbah kelamin,struktur umur, serta kondisi kesehatan. Dari hasil pengamatan
diketahui penangkaran rusa yang didirikan tahun 2000 mengalami peningkatan laju
pertumbuhan jumlah individu, hal ini dilihat dari total jumlah individu rusa
yang pernah ditangkarkan dari 4 ekor menjadi lebih dari 20 ekor yang dihitung
dari tahun 2000 sampai sekarang dan kepadatan populasi rusa mencapai 10
individu perhektar. Sedangkan perbandingan nisbah kelamin rusa jantan dan
betina adalah 8:2. Perbandingan nisbah kelamin yang tidak seimbang ini
menyebabkan persaingan dalam perkawinan serta menjadikan individu rusa jantan
mendominasi. Struktur umur pada rusa dewasa dan remaja adalah 9:1 dengan
rentang umur untuk dewasa lebih dari 5 tahun dan remaja 8 bulan – 5 tahun dan
untuk anakan tidak ditemukan dipenangkaran Mendalo. Sedangkan untuk kondisi
kesehatan rusa sambar rata-rata dalam kondisi sehat. Hanya ada satu rusa jantan
yang tergores di bagian kulit dan rusa remaja yang agak tersengal jalannya.
Kondisi kesehatan dapat dilihat
dari ukuran
tubuh yang gemuk, pergerakan lincah,
bulu yang mengkilat, arah dan tanduk yang normal (khusus jantan),tulang iga
yang tidak terlihat atau menonjol, nampaknya kecerahan darah dari bagian paha,
warna bulu cokelat keabu-abuan , serta perilaku yang normal.
5.2
Saran
Perlu adanya penambahan
individu rusa betina agar perbandingan nisbah kelamin menjadi seimbang serta
penambahan anakan rusa untuk menambah keanekaragaman struktur umur rusa di
penangkaran.
DAFTAR
PUSTAKA
Alikodra HS. 1990. Pengelolaan Satwaliar Jilid 1.
Bogor: Yayasan Penerbit Fakultas Kehutanan.
Antaranews, Kehidupan Rusa Sambar di Desa Api-Api
Kamis, 10 April 2008 17:35 WIB | Warta Bumi, 2008.
Kuspriyadi, 2002. Penangkaran rusa dan tata cara
perijinannya, Makalah Seminar dan Lokalatih Rusa, Yogyakarta.
Semiadi, G. 1998. Budidaya rusa tropika sebagai
hewan ternak. Masyarakat Zoologi Indonesia. Jakarta.
Semiadi, G. 2002. Pengenalan biologi rusa: kunci
dalam pemanfaatan rusa. Seminar Prospek Penangkaran Rusa di Indonesia.
Yogyakarta.
Alikodra Hadi S. 2002. Pengelolaan Satwaliar Jilid
1. Yayasan Penerbit Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.

LAMPIRAN
Lampiran
Foto (Dokumentasi)
|
|
|||||||||
![]() |
![]() |
|||||||||
|
|
|||||||||
![]() |
![]() |
|||||||||
|
|
|||||||||
Rangkuman Hasil Wawancara Dan Observasi Dari Semua
Kelompok
Pengelola
penangkaran :
·
Pak Suparman
·
Pak Supardi
Penangkaran rusa samba didirikan
pada tahun 2000, pertama kali adalah
rusa sepasang, namun menurut pak suparman ada 4 ekor (3 jantan 1 betina).
Kemudia lahir pada tahun 2002, 1 rusa betina dan lahir lagi 1 rusa jantan.
Setelah pengiriman pertama, tidak dilakukan lagi pengiriman. Luas lahan
penangkaran 1 hektar.
Perilaku yang telah diamati saat di
penangkaran :
-
Menggaruk kepala menggunakan kaki
belakang
-
Rusa betina muda (remaja) terlihat
berjalan dengan lambat
Menurut pak Suparman pada wawancara:
- Rusa sambar umur 1 tahun terlihat seperti betina semua
- Satelah 1 tahun mulai tumbuh tanduk hitam pada jantan, betina tidak ada
- Buang air kecil, menurut pak Supraman, rusa betina buang air agak jongkok layaknya perempuan, saat sudah 1 tahun.
- Pada penangkaran, saat ini terdapat 2 ekor rusa betina
·
Tanduk lepas setahun sekali (setelah 2
minggu tumbuh kembali)
·
Tanduk hitam tumbuh setelah 4 bulan
·
tanduk terkelupas terlihat berwarna
putih dan runcing
Perumpamaan perilaku kawin rusa menurut
pak Supardi :
Oktober melahirkan
sebulan kemudian betina mulai birahi, setelah hamil, jantan lain akan langsung
tau hanya dengan aroma urinnya sehingga tikda mau mengganggu betina yang sedang
hamil, Masa kehamilan yaitu 10 bulan.
sebulan sekali dokter hewan
a.
Kematian:
Menurut pak Supardi
yaitu pejantan kecil kalah dengan
pejantan besar sehingga terjadi luka. Karena kalah, sering diganggu lagi oleh
yang dewasa mengakibatkan tidak dapat pakan. Dalam kurun waktu 1999-2016 pada
masa pengelolaan jumlah kematian rusa tidak di hitung secara seksama namun
berdasarkan wawancara kepada pengurus mengatakan kematian rusa kurang lebih 10
ekor.
b.
Kelahiran:
·
Kelahiran tidak ada gangguan (lancar)
·
Menurut pak Supardi terjadi kelahiran
setiap setahun sekali
·
Betina paling besar berumur 5 sampai 7
tahun
·
tahun belakangan belum siap untuk hamil,
pada tahun ini dia hamil
Menurut pak Supardi penggolongan umur
pada tiap individu memiliki ciri perilaku sebagai berikut:
1.
0-8 bulan anak-anak:
· ikut
induk
· mulai
berjalan dan mencari makan
· bulu
cokelat - merah keputihan
2.
8 bulan-5 tahun remaja
·
Tanduk mulai tumbuh
·
Betina sudah siap untuk kawin mulai umur
1 tahun lebih
·
Jantan sudah siap kawin sejak umur 2
tahun
·
Bulu cokelat terlihat agak jarang
3.
5 tahun keatas dewasa
·
Betina mulai mendekati jantan
·
Tanduk putih mulai tumbuh kuat pada
jantan
Perilaku rusa sambar ketika terluka:
ü jantan
melakukan penyembuhan dengan berkubang
ü betina
melakukan penyembuhan dengan berendam
Penyakit yang pernah terjadi selama
ditangkarkan :
ü Salah
makan
ü Kembung
(akibat mengkonsumsi daun nanas)
ü Radang
tenggorokan.
Penyakit Pada rusa betina :
1. Cacingan,
ciri-cirinya sedikit makan, kenyang
2. Kotorannya
cair/encer
3. menjadi
kurus
4. Perut
buncit
5. Pernah
menjadi faktor kematian, rusa yang mati ditemukan sekumpulan cacing berwarna
kemerahan pada isi perutnya.
6. Perilaku
rusa yang sakit terlihat menyendiri dari kawanan dan sering diganggu oleh
pejantan kuat
Perilaku keseharian
a. Jam
9 bangun
b. Mulai
beraktivitas
c. Jam
9 diberi pakan daun dan rerumputan (makan 3 kali sehari) / ±50 kilo
d. Jam
5 diberi pakan/ ±50 kilo
e. Jam
11 malam diberi pakan/ ±50 kilo
f. Jam
1 tidur
g. Jam
2 malam bangun den beraktivitas sampai jam 3 (perilaku alamiah pada malam hari masih ada)
h. betina
/ hamil, jam 11 malam tidur dan bangun jam 5 pagi hari.




Casino de Monte-Carlo Resort: Your guide to casino & resort
BalasHapusCasino de Monte-Carlo Resort: Your 통영 출장안마 guide to casino & resort 서울특별 출장마사지 life 김해 출장마사지 A 오산 출장샵 fun casino in the heart of Monte-Carlo, a city close to 보령 출장마사지 the